Menkes Sanjung EMT Muhammadiyah yang Berstandar WHO

ilustrasi

JAKARTA – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyanjung Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang telah memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tim ini menjadi bagian dari sistem respons kesehatan dalam penanganan bencana di Indonesia.

Budi menyatakan EMT Muhammadiyah tercatat sebagai tim medis pertama di Indonesia yang berstandar WHO. Capaian tersebut menunjukkan kesiapan dan profesionalisme Muhammadiyah dalam memberikan layanan kesehatan darurat.

Hal tersebut dia sampaikan saat peluncuran Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Kamis (8/1/2026).

“EMT Muhammadiyah sudah memenuhi standar WHO, bahkan menjadi yang pertama di Indonesia,” kata Budi.

Budi menjelaskan, EMT merupakan tim medis yang memberikan pelayanan kesehatan langsung di lokasi bencana. Tim ini terdiri atas tenaga kesehatan terlatih yang bekerja cepat dan terkoordinasi. Mereka juga sudah pasti bisa mengikuti standar internasional dalam menghadapi kondisi darurat.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyebut, Muhammadiyah memiliki pengalaman panjang dalam pelayanan medis pada situasi krisis. Salah satunya saat pandemi Covid-19.

Di awal pandemi, Muhammadiyah menyiapkan 25 rumah sakit. Namun dalam pelaksanaannya sebanyak 86 rumah sakit Muhammadiyah terlibat aktif dalam layanan kesehatan.

“Kami menyiapkan 25 rumah sakit, tetapi akhirnya 86 rumah sakit Muhammadiyah terlibat dalam pelayanan, bahkan saat banyak rumah sakit lain masih ragu menangani kondisi darurat pada masa Covid-19,” ujar Haedar.

Haedar menambahkan, pengembangan EMT Muhammadiyah pada 2007 untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan kesehatan kebencanaan. Pada tahap awal, tim ini bernama Disaster Medical Committee (DMC) sebelum berkembang menjadi EMT seperti saat ini.

Dalam operasionalnya, EMT Muhammadiyah berada di bawah koordinasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Ini merupakan lembaga bentukan PP Muhammadiyah untuk menjalankan fungsi penanggulangan bencana. (*)

Exit mobile version