Obat Terlarang Laku Keras. Bandar Serbu Cilacap

ilustrasi

CILACAP – Pengakuan mengejutkan datang dari bandar obat terlarang yang memilih jualan di Cilacap karena ternyata laku keras. Hingga banyak dari para bandar dan pengedar ini memilih Cilacap sebagai lokasi berjualan.

Petualangan 15 bandar obat terlarang di Cilacap akhirnya harus berakhir setelah mereka dibekuk petugas Satnarkoba Polresta Cilacap. Petugas mengamankan ribuan butir obat terlarang dari para bandar tersebut. Salah satu bandar ini merupakan jaringan Aceh dan berumur 21 tahun.

Salah satu bandar mengaku memilih Cilacap sebagai target untuk berjualan. Alasan utamanya karena obat terlarang ini justru laku keras di Cilacap.

“(Pilih Cilacap) Ya karena laris,” kata dia.

Karena itu dia memilih datang ke Cilacap. Selam berjualan selama 1 minggu, dia mengakui obat terlarang ini laku keras.

Para pembeli sangat tertarik karena mereka mampu membeli sesuai kemampuan dan isi kantong masing-masing. Harganya tergolong sangat murah karena 1 paket dijual seharga Rp 10 ribu hingga 15 ribu.

“Paket hemat. Ya sesuai kemauan mereka. Ada yang 10 ribu, 15 ribu,” katanya.

Dia mengakui, para pembeli obat terlanga ini rata-rata masih anak-anak dan remaja. Mereka ingin mengkonsumsi obat telarang hingga menjadikan barang haram ini laku keras. Sebagian pembeli bahkan masih tercatat sebagai anak sekolah.

“Rata-rata anak remaja,” katanya.

Bandar ini mengakui kalau barang dia datangkan dari Jakarta menggunakan travel. Tiap paket berupa 1 boks obat terlarang dengan jumlah mencapai ribuan butitr.

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto mengakui, pengguna obat terlarang mayoritas anak remaja. Mereka ingin merasakan sensasi dari efek obat-obatan tersebut.

“Sayangnya, obat ini bukan untuk orang yang sehat dan bisa berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain,” kata dia. (*)

Exit mobile version