• Kam. Jun 18th, 2026

Pembunuh Guru SD Ditangkap, Gadai Mobil Korban Rp20 Juta untuk Foya-foya

Polisi menangkap pembunuh Guru SD Kusyanto asal Kota Tegal setelah pelaku membunuh korban dan membuang jasadnya di hutan jati Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Brebes.(doc)

BREBES – Polisi menangkap pembunuh Guru SD Kusyanto asal Kota Tegal setelah pelaku membunuh korban dan membuang jasadnya di hutan jati Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Brebes. Pelaku bernama M Anggi Setiawan mengaku menggadaikan mobil korban senilai Rp20 juta dan memakai uangnya untuk bersenang-senang.

Wakapolres Brebes Kompol Purbo Adjar Waskito menjelaskan bahwa pelaku menggadaikan mobil Honda Brio milik korban di Kota Tegal. Polisi menemukan sisa uang Rp3,9 juta sebagai barang bukti.

“Mobil digadai Rp20 juta kepada seseorang di karaoke. Pelaku membelanjakan uang itu untuk bersenang-senang, sisanya kami amankan,” kata Purbo saat konferensi pers di Mapolres Brebes, Rabu (26/11/2025).

Purbo memaparkan bahwa pembunuh Guru SD tersebut merencanakan aksi sejak awal. Anggi menyiapkan cairan khusus untuk melemahkan Kusyanto dan memesan taksi online dari Kaligayam menuju Jenggawur, Kabupaten Tegal, dengan korban berada di kursi pengemudi. Pelaku kemudian meminta layanan offline dan meminta korban mengantar ke Desa Kamal, Kecamatan Larangan, Brebes.

Dalam perjalanan, pelaku berhenti di sebuah minimarket untuk membeli kopi, kemudian mencampurnya dengan cairan penghilang kesadaran. Namun korban tetap sadar.

“Karena korban tidak pingsan, tersangka akhirnya menjerat leher korban menggunakan handuk hingga tewas,” jelas Purbo.

Setelah memastikan korban meninggal, Anggi mengambil alih kendaraan dan membawa tubuh Kusyanto ke hutan jati Songgom. Pelaku membuang jasad korban di lokasi tersebut dan meninggalkan mobil setelah sempat keluar masuk kawasan hutan. Seorang warga kemudian menemukan jasad pada Senin (24/11) pagi.

Kus yanto diketahui mengajar di SDN Kalinyamat Wetan 03 serta bekerja sampingan sebagai driver taksi online. Kanit Reskrim Polsek Songgom Ipda Mashudi membenarkan temuan jasad tersebut dan menyimpulkan terdapat indikasi pembunuhan.

“Ada memar di belakang kepala. Korban merupakan guru dari Tegal,” ujar Mashudi. (*)

By