• Kam. Jun 18th, 2026

Pemerintah Tegaskan Kamboja Bukan Tempat Aman bagi Pekerja Migran Indonesia

Menko PM Muhaimin Iskandar dalam sebuah kesempatan. Menko menyebut, Kamboja bukan negara yang ramah dengan pekerja migran dari Indonesia. (doc/kemenko pm)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan, pekerja migran Indonesia di Kamboja menghadapi situasi yang tidak aman. Pernyataan tersebut ia sampaikan menanggapi laporan adanya sejumlah WNI yang melarikan diri dari sebuah mess di Kamboja.

“Kita terus mengkampanyekan dan mensosialisasikan bahwa Kamboja bukan tempat aman untuk pekerja migran kita. Kementerian P2MI sudah berkali-kali menegaskan hal itu. Ini karena belum ada sistem perlindungan yang memadai di sana,” kata Muhaimin, di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Muhaimin atau Cak Imin menuturkan, pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah perlindungan bagi pekerja yang sudah terlanjur berada di Kamboja. Upaya ini melalui kerja sama lintas sektor dan koordinasi dengan berbagai lembaga terkait.

“Kalau sudah terlanjur di sana, harus ada upaya sistematis perlindungan yang dilakukan oleh P2MI bersama seluruh instansi terkait,” ujarnya.

Cak Imin juga meminta pekerja migran Indonesia di Kamboja untuk aktif berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat.

“Kepada yang sedang bekerja di Kamboja, saya minta agar terus berkoordinasi dengan KBRI. Saya pernah mengecek langsung, dan mereka selalu membuka diri untuk membantu setiap warga kita di sana,” tuturnya.

Menurut Muhaimin, terdapat sekitar 100 ribu pekerja migran Indonesia yang saat ini berada di Kamboja. Mereka bekerja di di sektor formal maupun informal. Ia memastikan KBRI terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mencegah terjadinya tindak perdagangan orang terhadap WNI.

Dia mengingatkan masyarakat Indonesia yang berencana bekerja ke luar negeri, agar selalu menempuh jalur resmi dan memahami prosedur dengan baik.

“Kepada seluruh warga yang ingin bekerja di luar negeri, saya ingatkan untuk melalui jalur resmi dan memahami prosedur di Migran Center agar tidak salah langkah,” tegasnya. (*)

By