News  

Kapal KLM Green Enam Tenggelam di Perairan Karimun, Satu ABK Tewas

Petugas Kantor SAR Tanjungpinang mengevakuasi korban kapal KLM Green Enam yang tenggelam. Jenasah korban langsung diserahkan kepada keluarga. (doc/kantor sar tanjungpinang)

RIAU – Kapal motor KLM Green Enam tenggelam di perairan Terumbu Stail, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Dalam insiden tersebut, empat anak buah kapal (ABK) selamat dan satu orang meninggal dunia.

Peristiwa bermula ketika kapal mengalami kandas dan kebocoran saat berlayar. Nakhoda kapal segera meminta bantuan kepada KM Melci 88 yang berada di sekitar lokasi untuk mengevakuasi para ABK.

Dari lima ABK di kapal, mereka berhasil mengevakuasi empat orang dalam kondisi selamat. Namun sayang. Satu ABK bernama Andika Franata Panjaitan hilang dan ikut tenggelam bersama kapal.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan tim gabungan segera melakukan operasi pencarian setelah menerima laporan. Operasi berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan unsur SAR, TNI AL, Polairud, dan nelayan setempat.

Hingga akhirnya, petugas berhasil menemukan jenasah korban kapal KLM Green Enam yang tenggelam setelah melakukan pencarian di sejumlah titik.

“Korban kita temukan dalam kondisi meninggal dunia dan posisinya tersangkut di badan kapal,” ujar Fazzli.

Tim kemudian mengevakuasi jenazah korban dan menyerahkannya kepada keluarga untuk dimakamkan. Fazzli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup pada Senin, 27 Oktober 2025,” ucapnya.

Fazzli menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah satu ABK.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya Bapak Andika Franata Panjaitan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” katanya. (*)