JAKARTA – Sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang perempuan yang mengancam akan menggelar unjuk rasa di depan Gedung Mabes Polri, Jakarta. Perempuan itu mengaku sebagai pendukung Jokowi. Karena itu, publik menyoroti kasus ini sebagai pendukung jokowi ancam demo.
Dalam video, perempuan yang mengenakan kerudung biru dan kemeja putih menyatakan akan mengerahkan 500 perempuan untuk berdemo hanya dengan pakaian dalam, termasuk bra dan celana dalam. Selanjutnya, pernyataan ini memicu perhatian publik terhadap rencana pendukung ancam demo di Mabes Polri.
“Jadi Mabes Polri harus cepat menyelesaikan ini. Saya organisasi perempuan, kita 500 perempuan berencana turun memakai BH dan celana dalam untuk Mabes Polri,” ujarnya, Minggu (5/10/2025). Pernyataan tersebut menegaskan niat pendukung ancam demo secara terbuka.
Aksi ini merupakan terjadi karena kelompok tersebut menilai aparat penegak hukum tidak tegas menanggapi penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo. Hal ini lalu menjadi motif ini dan alasan utama pendukung Jokowi ancam gelar demo.
“Kenapa kita marah? Karena Pak Jokowi tiap hari dibully,” imbuhnya.
Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, mengunggah tangkapan layar video itu di media sosial. Ia menilai perempuan dalam video bukan bagian dari organisasi resmi, melainkan sekadar “gerombolan ternak”. Dengan demikian, masyarakat perlu waspada terhadap fenomena pendukung ancam demo.
“Bukan organisasi perempuan, tapi ‘Gerombolan Ternak’ karena hanya ternak yang mau mempermalukan diri sendiri untuk menjilat junjungannya,” tegas Guntur Romli melalui Instagram.
Ia menekankan agar publik tidak meniru aksi pendukung ancam demo yang tidak resmi. Selain itu, pernyataan perempuan itu merupakan tindakan bodoh dan fanatisme berlebihan. Di sisi lain, kasus ini menjadi peringatan bagi publik terkait pendukung jokowi ancam demo.
“Ini namanya pembodohan. Fanatisme yang harus dikecam. Tak boleh dimaklumi, apalagi dibela,” pungkasnya. (*)
