• Jum. Jun 19th, 2026

Prabowo Percepat Proyek Hilirisasi Rp 38 Miliar Dolar AS pada 2026

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan percepat proyek hilirisasi senilai 38 miliar dolar AS pada 2026. (doc/instagram)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan percepat proyek hilirisasi senilai 38 miliar dolar AS pada 2026. Selain itu, pemerintah memfokuskan percepatan ini pada sektor pertambangan mineral, hilirisasi batu bara, pertanian, perikanan, dan energi baru terbarukan (EBT).

Dalam pidato APBN 2026 di Gedung Nusantara, Jakarta, Presiden Prabowo menekankan komitmen untuk percepat proyek. Menurutnya, langkah strategis ini penting untuk mengoptimalkan sumber daya alam sekaligus meningkatkan nilai tambah produk nasional.

Selanjutnya, Presiden Prabowo menyatakan upaya proyek hilirisasi akan didukung APBN sebagai katalis pertumbuhan. Pemerintah, tambahnya, juga menggandeng Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan sektor swasta sebagai motor penggerak ekonomi.

Melalui BPI Danantara, Presiden Prabowo bertekad percepat proyek hilirisasi dengan memperkuat investasi produktif. Dengan demikian, Indonesia dapat menempati posisi lebih strategis dalam rantai pasok global. Ia menekankan bahwa profesionalisme, kompetensi, integritas, serta tata kelola transparan menjadi kunci untuk mencapai target tersebut.

Selain itu, DPR RI menggelar Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara, Jakarta. Dalam forum itu, Presiden kembali menegaskan komitmen untuk percepat proyek hilirisasi demi menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia.

Terakhir, Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin sidang dengan 473 anggota dari seluruh fraksi. Pimpinan lembaga negara dan menteri Kabinet Merah Putih juga mendukung penuh program percepat proyek hilirisasi pemerintah. (*)

By