Remaja dan Bahaya Hamil di Luar Nikah: Kenyataan yang Mengkhawatirkan

Ilustrasi

Ratusan pelajar di Ponorogo, Jawa Timur, mengejutkan publik ketika mereka mengajukan permohonan dispensasi nikah. Para siswa SMP dan SMA yang belum berusia 19 tahun mendominasi pengajuan ini karena mereka sudah hamil di luar nikah, menunjukkan persoalan serius di kalangan remaja.

Psikolog Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Rakimin, menjelaskan bahwa berbagai faktor psikologis telah mendorong remaja mengalami hamil di luar nikah. Ia menyoroti kurangnya pengetahuan tentang seks, pola asuh yang keliru, tekanan ekonomi, serta lemahnya pendidikan agama dan pengaruh lingkungan bebas sebagai penyebab utamanya.

Rakimin mengungkapkan bahwa praktik pacaran bebas membuat banyak remaja tergoda untuk melakukan hubungan intim seperti suami istri. Perilaku ini secara langsung menyebabkan banyak kasus hamil di luar nikah di kalangan pelajar, terutama ketika adiksi pacaran tidak terkendali.

Menurut Rakimin, adiksi pacaran mendorong remaja untuk terus meningkatkan intensitas hubungan fisik, dari sentuhan hingga hubungan seksual. Kondisi ini memperkuat fakta bahwa hamil di luar nikah menjadi akibat utama dari pacaran yang tidak sehat dan tanpa pengawasan.

Rakimin juga menjelaskan bahwa remaja yang hamil di luar nikah tidak hanya mengalami perubahan fisik, tetapi juga tekanan psikologis berat. Mereka merasa bingung, takut, malu, dan bersalah, yang akhirnya menyulitkan proses adaptasi di lingkungan sosial maupun keluarga.

Ia menegaskan bahwa masyarakat sering mengucilkan remaja yang hamil di luar nikah dan pihak sekolah kerap mencabut akses pendidikan mereka. Kehamilan di luar nikah dan tekanan sosial membuat banyak remaja menghentikan sekolah dan mengubur cita-cita mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, Rakimin menyarankan agar remaja putri yang hamil di luar nikah mulai membuka diri melalui proses private disclosure. Dengan menerima dukungan dan penerimaan dari lingkungan, mereka bisa memulihkan diri secara emosional dan kembali membangun masa depan yang lebih baik. (*)

Exit mobile version