JAKARTA – Keistimewaan puasa di bulan ramadan, sudah muncul sejak 10 hari pertama. Dan di tiap hari, Alloh memberikan dan menurunkan rahmat bagi umat islam yang menjalankan ibadah puasa.
Keutamaan atau keistimewaan yang ada di bulan Ramadhan ini terbagi menjadi tiga fase. Yaitu keistimewaan 10 hari pertama di Bulan Ramadhan adalah rahmat. 10 hari kedua adalah ampunan, dan fase terakhir adalah terbebas dari api neraka.
Merujuk laman umsu.ac.id menyebutkan ada 4 keistimewaan 10 hari pertama puasa ramadan.
Pertama adalah terbukanya pintu rahmat yang maha luas dari Alloh SWT. Apapun aktifitas dan perilaku manusia, akan mendapatkan imbalan langsung dari Alloh SWT.
Kedua, fase ini menjadi momen tepat untuk berdoa. Waktu yang paling tepat adalah saat sahur, berbuka dan saat mendengarkan adzan.
Ketiga, adalah Alloh SWT akan melipatgandakan pahala. Ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad dalam riwayat Bukhari dan berarti :
“Setiap amalan kebaikan anak Adam (manusia) akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikam yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah SWT berfirman ‘kecuali amalan puasa’. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari)
Ke empat adalah terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu neraka. Selama fase 10 hari pertama puasa ramadan, momen penuh keistimewaannya adalah terbukanya pintu surga. Lalu Alloh SWT juga menutup rapat pintu neraka.
Seperti sabda Nabi Muhammad SAW melalui hadisnya yang berbunyi:
Dari Abu Huraira ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda : ”Jika telah datang Bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup dan setan-setan akan dibelenggu dengan rantai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Demikianlah keistimewaan 10 hari pertama saat bulan puasa ramadan. (*)
