CILACAP – Seluruh wisudawan dan wisudawati STAI Sufyan Tsauri Majenang, harus jadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat. Karena mereka memiliki bekal ilmu pengetahuan yang cukup, hasil dari menimbu ilmu di STAI Sufyan Tsauri.
Ada 94 wisudawan yang mengikuti proses wisuda sarjana di STAI Sufyan Tsauri Majenang, Sabtu (17/12/2022). Mereka berasal dari Prodi Pendidikan Islam Anak usia Dini, Prodi Pendidikan Agama Islam dan Prodi Ekonomi Syariah sebanyak. STAI Sufyan Tsauri Majenang juga memberikan penghargaan bagi 3 lulusan terbaik dari setiap program studi.
Ketua STAI Sufyan Tsauri Majenang, Dr Supriyanto mengatakan, seluruh wisudawan memang sudah selesai belajar. Namun ada tanggung jawab besar setelahnya yakni menjadi motor penggerak di tengah masyarakat.
“Wisudawan harus jadi motor penggerak di masyarakat,” katanya saat Wisuda Sarjana Angkatan X di kampus itu.
Dia menambahkan, peran ini akan semakin berhasil jika para wisudawan tetap meningkatkan kemampuan dan pengetahuan. Caranya dengan tetap membaca berbagai buku yang tentu saja akan memperkaya pengetahuan mereka.
“Pesan kami dan juga para dosen, tetaplah belajar dan terus membaca,” katanya.
Rektor UIN KH Saifudin Zuhri Purwokerto, Prof Dr H Muhammad Raqib MAg membeberkan tentang keunggulan pendidikan berbasis pesantren.
Menurutnya, pendidikan pesantren menawarkan multi kebaikan karena akan membawa prestasi dan penuh maslahat serta keberkahan. Karena dalam pesantren terbangun hubungan intelektual, spiritual dan sosial. Sekaligus ada hubungan kekeluargaan dan batiniyah.
Pola dan seluruh model hubungan ini sudah ada sejak lama. Bahkan sudah menjadi tradisi di lingkungan pondok pesantren.
“Pondok juga tawarkan pendidikan karakter. Ini mulai ditiru oleh lembaga pendidikan lain,” kata dia.
Dia lalu berharap seluruh mahasiswa STAI Sufyan Tsauri dan wali mahasiswa, tetap percaya diri. Sebab mahasiswa sudah menerima banyak bekal selama belajar.
“Jangan minder meski kuliah di swasta,” tegasnya. (*)
