News  

40 ODGJ Bandung Terlantar di Panti Cilacap

Suasana panti rehabilitas di Cilacap, Senin (4/12/2023). 40 ODGJ Bandung terlantar di panti rehabilitas di Cilacap. (narisakti/bercahahayanews.com)

CILACAP – 40 ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) asal Bandung, terlantar di Panti Rehabilitasi Gangguan Jiwa dan Narkoba Tanbihul Ghofilin, Cilacap. Pengelola panti mengeluhkan ada 40 ODGJ asal Bandung yang dalam perawatan dan belum tersentuh bantuan dari dinas.

Hal ini terungkap setelah video pernyataan pemipim panti, viral di media sosial. Dalam pernyataannya, pimpinan panti menyebutkan ada 40 ODGJ asal Bandung yang datang secara bertahap dari Maret 2023.

40 ODGJ ini titipan dari Satuan Tugas Penanganan Keterlantaran dan Disabilitas (Satgantar) bentukan Dinas Sosial (Dinsos) Bandung.

Dalam video berdurasi 5,7 menit itu, pengelola panti mengatakan sangat membutuhkan dana untuk merawat para ODGJ. Dana ini juga untuk biaya operasional panti dan pengobatan para ODGJ tersebut. Dia meminta bantua dari PJ Gubernur Jawa Barat dan Menteri Sosial RI.

“Saya merasa prihatin sekali. Selama saya mengobati ODGJ di sini banyak yang sembuh. Ada yang sakit bahkan mati. Semuanya biaya dari saya. Sedikitpun Satgantar dari Bandung tidak pernah memberikan biaya sedikitpun,” kata Sarjono dalam video tersebut.

Dia mengaku, sudah beberapa kali menghubungi dinas di Bandung namun tidak ada tanggapan. Termasuk saat meminta bantuan karena beras sudah habis, ODGJ yang sakit dan tagihan listrik belum terbayar.

“Tolong yang peduli, sampaikan kepada Bu Risma atau kepada PJ Gubernur Jawa Barat. Mereka adalah warga Jawa Barat. Sudah 9 bulan di sini tanpa ada biaya apapun,” katanya.

Pasca video ini viral, petugas dari Dinas Sosial Jawa Barat datang ke Cilacap, Senin (4/12/2023). Kedatangan mereka untuk melihat, mencatat dan mendata seluruh ODGJ tersebut.

Sekretaris Dinas Sosial Jabar, Andri KW mengatakan, hanya ada 15 ODGJ asal Bandung. Angka ini berbeda dari pernyataan pimpinan panti yang menyebut sampai 40 orang. Dari 15 orang ini, 13 ODGJ akan dipulangkan guna perawatan lebih lanjut di Soreang, Bandung.

“Setelah kami mengecek, untuk jumlah klien yang dikirim dari Kabupaten Bandung adalah tadi itu 15,” katanya. (*)