TARAKAN – Penyebab insiden penyerangan Polres Tarakan oleh oknum TNI, karena ada peristiwa di sebuah kafe di Tarakan. Insiden di kafe ini terjadi pada Minggu (23/2/2025) dini hari dan melibatkan anggota TNI dan Polri. Keduanya sempat bersitegang hingga berujung pemukulan oleh oknum Polri.
Kabar berisi potongan laporan resmi, tersebar luas di media sosial. Laporan ini menyebutkan awal terjadinya insiden di kafe tersebut. Semua berawal adanya insiden kecil di kamar mandi. Dua anggota beda korps ini sempat bersenggolan, lalu terjadi percekcokan.
Keduanya sampai bersitegang dan akhirnya, anggota TNI mengalami pemukulan dan pengeroyokan oleh anggota Polri. Anggota TNI ini sampai tersungkur, setelah dikeroyok oleh 5 anggota Polri.
Video awal sebelum terjadi penyerangan Polres Tarakan beredar di media sosial. Salah satunya ada di akun instagram @tarakan_iinfo. Admin bahkan menerima laporan kronologi kejadian di kolom komentar.
Dalam laporan ini, sebenarnya sudah ada upaya untuk mendamaikan ketegangan antara 2 petugas beda korps tersebut. Namun pada Senin malam, tiba-tiba terjadi penyerangan oleh 37 oknum anggota TNI dari dua batalion berbeda.
Dalam penyerangan itu, anggota TNI tidak hanya merusak fasilitas pos jaga Polres Tarakan. Mereka juga melukai beberapa petugas jaga hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.
Kapenrem Kodam Mulawarman, Kolonel Kav Kristiyanto memastikan, pihaknya sudah memeriksa oknum TNI yang serang Polres Tarakan. Namun dia tidak merinci lebih lanjut terkait jumlah oknum yang diperiksa oleh Sub Denpom.
“Oknum yang diduga terlibat dalam penyerangan Mapolres itu sudah dipanggil pihak sub denpom di Tarakan,” ujarnya seperti dalam tayangan di akun instagram @tarakan_iinfo.
Dia juga memastikan, Pangdam dan Kapolda Kalimantan Utara sudah melakukan koordinasi. Demikian juga dengan Danrem yang membawahi wilayah Tarakan bersama Kapolres Tarakan.
“Di level bawah juga, Danrem yang membawahi Tarakan, juga sudah berkoordinasi dengan Polres Tarakan untuk penyelesaian,” tegasnya. (*)
