TARAKAN – Sejumlah oknum anggota TNI, serang Polres Tarakan dan mengakibatkan 5 orang anggota polisi terluka. Oknum TNI tersebut menyerang petugas jaga dan merusak sejumlah fasilitas yang ada di pos penjagaan Polres Tarakan.
Dari video yang beredar di media massa memperlihatkan detik-detik penyerangan di Polres Tarakan. Sejumlah orang terlihat turun dari kendaraan, dan berjalan menuju pos penjagaan, pada Senin (24/2/2025) malam. Mereka menggunakan kayu dan sejenisnya untuk memukul petugas dan merusak bangunan pos jaga.
Akibat kejadian ini, 5 orang anggota Polres Tarakan mengalami luka dan segera mendapatkan pertolongan medis. Saat ini mereka masih dalam perawatan di rumah sakit.
Pasca kejadian, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha bertemu dengan Kapolda Kalimantan Utara Irjen Hary Sudwijanto. Keduanya membahas masalah tersebut dan bersifat tertutup, Selasa (25/2/2025).
Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha mengatakan, TNI dan Polri tetap kompak meski telah terjadi insiden tersebut. Kedua belah pihak juga terus berkoordinasi dan bersama-sama mencari solusi atas ulah oknum TNI yang serang Polres Tarakan.
“Kami ingin mendinginkan suasana dan kejadian ini tidak akan merusak soliditas TNI dengan Polri,” kata Pangdam.
Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Hary Sudwijanto menambahkan, dia bersama Pangdam langsung menjenguk anggota Polri yang tengah dalam perawatan.
Menurutnya, Polda Kaltara dan Kodam Mulawarman, terus melakukan koordinasi berjenjang dari tingkat bawah sampai atas. Ini dengan melibatkan Komandan Dandim dan batalion yang ada di tarakan. Demikian juga dengan Polres Tarakan.
Kapenrem Kodam Mulawarman, Kolonel Kav Kristiyanto memastikan, pihaknya sudah memeriksa oknum TNI yang serang Polres Tarakan. Namun dia tidak merinci lebih lanjut terkait jumlah oknum yang harus berhadapan dengan Sub Denpom.
“Oknum yang diduga terlibat dalam penyerangan Mapolres itu sudah dipanggil pihak sub denpom di Tarakan,” ujarnya seperti dalam tayangan di akun instagram @tarakan_iinfo. (*)
