• Jum. Jun 19th, 2026

Polisi Kerahkan 1.392 Personel Kawal Demo Buruh Tolak UMP 2026 di Jakarta Pusat

Sebanyak 1.392 personel gabungan dikerahkan untuk kawal demo buruh yang menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 di kawasan Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).(doc)

JAKARTA – Sebanyak 1.392 personel gabungan dikerahkan untuk kawal demo buruh yang menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 di kawasan Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menyatakan pihaknya menurunkan personel gabungan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, tertib, dan kondusif.

“Kami menurunkan 1.392 personel gabungan untuk melayani kegiatan penyampaian pendapat di muka umum agar berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Susatyo dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima polisi, Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Perda KSPI) Provinsi DKI Jakarta bersama sejumlah elemen massa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Polisi Imbau Peserta Aksi Jaga Ketertiban

Selain itu, Komite Eksekutif Partai Buruh juga menggelar aksi demonstrasi di Jakarta Pusat. Aparat kepolisian turut mengawal pengamanan sidang dugaan tindak pidana penghasutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Susatyo mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak melakukan tindakan anarkis. Ia meminta massa tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas.

Susatyo memastikan seluruh personel yang kawal demo buruh tidak membawa senjata api dan mengedepankan pendekatan humanis serta profesional. Ia juga meminta para orator menyampaikan aspirasi secara tertib agar tidak memicu provokasi.

Selain pengamanan aksi, polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Monas dan kawasan Jakarta Pusat. Susatyo meminta masyarakat menggunakan jalur alternatif karena pengaturan lalu lintas bersifat situasional.

Sebelumnya, KSPI bersama Partai Buruh merencanakan aksi demonstrasi selama dua hari, Senin (29/12/2025) dan Selasa (30/12/2025). Aksi berlangsung di sekitar Istana Negara, Jakarta.

Dalam aksi tersebut, buruh menolak UMP DKI Jakarta 2026. Buruh juga mendesak penerapan UMSP Jakarta 2026 di atas Kebutuhan Hidup Layak. Selain itu, buruh menolak UMSK di Jawa Barat. (*)

By