News  

Menteri Meutya Hafid Ingatkan Masyarakat Melonjaknya Scam Jelang Lebaran

Menteri Komdigi, Meutya Hafid dalam sebuah kesempatan. Dia meningatkan publik untuk waspadai peningkatan scam online jelang lebaran. (doc/komdigi)

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan atau scam jelang lebaran. Aksi ini cenderung meningkat setiap tahun. Peringatan ini dia sampaikan saat berbincang dengan media di rumah dinas di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026) malam.

Meutya menyatakan tren kejahatan siber biasanya melonjak menjelang hari raya. Termasuk penipuan melalui platform belanja digital. Demikian juga dengan penggunaan jaringan palsu seperti fake Base Transceiver Station (BTS) yang memanipulasi sinyal ponsel.

“Setiap mendekati Lebaran, tren kejahatan siber cenderung naik. Termasuk peredaran fake BTS. Masyarakat harus lebih waspada,” ujar Meutya kepada wartawan.

Ia mengimbau masyarakat memastikan setiap transaksi harus melalui aplikasi atau situs resmi yang telah terverifikasi. Menurutnya, peningkatan pola scam jelang lebaran merupakan tren tahunan yang harus ada antisipasi dengan kewaspadaan ekstra.

“Belanja di aplikasi atau situs yang sudah terverifikasi. Prinsipnya, selalu hati-hati karena tren penipuan pasti meningkat,” katanya.

Pemerintah, lanjut Meutya, terus melakukan pemantauan dan penindakan terhadap aktivitas digital yang mencurigakan. Ia menegaskan modus penipuan kerap menyasar masyarakat melalui pesan singkat, SMS, maupun aplikasi WhatsApp.

“Kami melakukan penyisiran terhadap dugaan aktivitas scam, bukan hanya di e-commerce tapi juga melalui SMS dan WhatsApp,” ujarnya.

Meutya meminta masyarakat tidak sembarangan membuka tautan, membalas pesan, atau menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Ia juga mengingatkan publik untuk selalu memeriksa ulang setiap pesan yang masuk sebelum mengambil tindakan.

“Pilah setiap pesan yang masuk, cek kembali tautannya, dan jangan langsung klik,” tutupnya. (*)