• Kam. Jun 18th, 2026

Kemenhaj Minta Jemaah Tunda Umroh Imbas Konflik di Timur Tengah

Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Azhar Simanjutak saat memberikan keterangan resmi. Kemenhaj meminta para jemaah untuk tunda ibadah umroh akibat konflik di Timur Tengah. (doc/kemenhaj)

JAKARTA – Pemerintah mengimbau calon jemaah umroh untuk tunda keberangkatan mereka hingga kondisi di Timur Tengah lebih kondusif. Meskipun, para jemaah ini sudah harus berangkat umroh dalam waktu dekat ini. Himbauan agar jemaah tunda keberangkatan umroh karena perang yang tengah berkecamuk di kawasan Timur Tengah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pemerintah mengambil langkah tersebut untuk menjamin keselamatan dan melindungi warga negara.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umroh yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk tunda keberangkatannya,” ujar Dahnil.

Pemerintah juga meminta seluruh jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi agar tetap tenang. Sementara beserta keluarga di Tanah Air juga tidak panik menyikapi perkembangan situasi.

Kemenhaj dan Kemlu, lanjutnya terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pemerintah memastikan koordinasi tersebut bertujuan menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” kata Dahnil.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah meminta warga merujuk pada sumber resmi guna menghindari kesimpangsiuran yang dapat memicu keresahan.

Sementara itu, pemerintah memastikan situasi tersebut belum berdampak pada persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Pemerintah menyatakan seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi tetap berjalan sesuai jadwal.

“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” ujar Dahnil. (*)

By