• Jum. Jun 19th, 2026
Komisi C DPRD Cilacap saat melintas di Jembatan Cawang. Konstruksi jembatan ini rusak hingga terancam ambruk. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Jembatan Cawang di Desa Mulyasari Kecamatan Majenang, Cilacap terancam ambruk. Penyebabnya karena bagian penyangga oprit sudah tergerus aliran sungai. Hingga oprit atau penghubung antara jalan dan jembatan, nampak amblas.

Nama Jembatan Cawang karena berada di titik pertemuan 2 sungai yakni Cilopadang dan Cileumeuh. Di sana ada 2 jembatan di atas 2 sungai tersebut. Satu melintang di atas Sungai Cilopadang, satu lagi di Sungai Cileumeuh.

Dan konstruksi penyangga oprit di Jembatan Cilopadang inilah yang rusak dan menjadi perhatian Komisi C DPRD, Kamis (8/9/2022). Saat peninjauan kerja, anggota dewan melihat langsung kondisi jembatan yang terancam ambruk itu.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Cilacap, Edi Purwanto meminta agar kondisi ini segera ada perbaikan dari pemerintah. Karena jika dibiarkan, maka jembatan konstruksi jembatan akan tergerus sungai saat banjir dan teramcan ambruk.

“Jembatan ini sangat membahayakan masyarakat. Kita minta segera dibangun,” kata dia.

Edi menambahkan, kekuatan struktur jembatan ini sangat rawan ambruk. Pertama karena kerusakan yang sudah ada. Kedua karena 2 sungai ini kerap meluap tiap kali puncak musim penghujan.

Seperti pada 2020 dan 2021 lalu. Sungai Cileumeuh dan Cilopadang meluap hingga menggenangi perkampungan warga Desa Mulyasari, Mulyadadi dan Padangsari.

Akibat lain adalah, banjir ini mengancam konstruksi jembatan.

“Kita tahu bersama kalau (Desa) Mulyasari, Mulyadadi dan Padangsari sering banjir. Kalau jembatan tidak segera tertangani, maka kerusakan akan bertambah parah,” terangnya.

“Bisa-bisa jembatan malah terbawa banjir,” tegasnya. (*)

By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *