• Jum. Jun 19th, 2026
Petugas tengah memperbaiki jalan alternatif di Cilacap yang amblas, Sabtu (6/5/2023). Titik amblas di Desa Cilongkrang Kecamatan Wanareja. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Jalan alternatif penghubung ruas selatan nasional dan Jalur Lingkar Selatan Selatan (JLLS), amblas akibat hujan deras, Sabtu (6/5/2023). Akibatnya, arus sempat tersendat karena patahan cukup panjang dan mencapai sekitar 30 meter dengan kedalaman antara 30 cm hingga 80 cm.

Hujan deras sepanjang Jumat (5/5/2023) sore hingga malam di Cilacap, mengakibatkan jalan alternatif amblas. Lokasinya ada di Desa Cilongkrang Kecamatan Wanareja, Cilacap. Jalan ini menjadi penghubung antara jalan selatan nasional dengan JLSS yang ada di Cilacap.

Sekretaris Desa Cilongkrang, Rohmanudin mengatakan, kerusakan jalan sudah terlihat sejak Jumat siang. Dia melihat ada rekahan dengan lebar kurang lebih 5 cm. Posisi rekahan ini memanjang dan membelah jalan.

“Dari Jumat siang sudah ada rekahan. Masih kecil. Hanya 5 cm,” katanya.

Dia memperkirakan, rekahan ini bertambah parah akibat guyuran hujan sepanjang Jumat sore hingga malam. Air hujan ini masuk ke bawah jalan melalui rekahan yang sudah muncul. Akibatnya, pondasi jalan bergeser hingga kemudian amblas sepanjang kurang lebih 30 meter.

“Mungkin karena hujan deras hingga jalan jadi amblas,” katanya.

Pasca kejadian, petugas dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah langsung melakukan perbaikan. Petugas membawa material berupa batu pecah untuk meratakan jalan. Selain itu juga ada alat berat untuk memperlancar perbaikan tersebut.

Kasat Lantas Polres Cilacap, Kompol Nunung Farmadi, SSos SIK MH memastikan, arus sudah dialihkan selama dalam penangganan.

Dia mengatakan, jalan amblas ini berada di jalur alternatif hingga pengendara bisa mencari jalur lain. Bagi warga Jawa Barat yang akan ke Jawa Tengah, bisa melalui rute Banjarpatoman-Majenang lalu Wangon. Demikian pula sebaliknya.

“Kalau dari Pangandaran, langsung ke Banjar (patoman), lewat Mergo lalu ke Majenang. Jadi jangan lewat Patimuan-Sidareja. Karena titik ini ada di ruas Sidareja-Cukangleles,” katanya.

“Mobil rendah seperti city car yang rendah. Sebaliknya menghindari jalur ini,” tegasnya.

By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *