News  

Jalur Alternatif Langganan Amblas

Ruas alternatif penghubung Sidareja-Cukangleles di Cilacap, langganan amblas. Penyebabnya karena ada aliran air di bawah badan jalan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Jalur alternatif penghubung jalan selatan nasional dan Jalur Lingkar Selatan Selatan, ternyata langganan amblas. Titik amblas ini berada di Desa Cilongkrang Kecamatan Wanareja, Cilacap.

Hujan deras sepanjang Jumat (5/5/2023) sore hingga malam di Cilacap, mengakibatkan jalan alternatif amblas, Sabtu (6/5/2023). Lokasinya ada di Desa Cilongkrang Kecamatan Wanareja, Cilacap. Jalan ini menjadi penghubung antara jalan selatan nasional dengan JLSS yang ada di Cilacap. Warga mengetahui jalan sudah amblas sekitar subuh.

Titik amblas ini berada di jalan menanjak dan berbelok. Di sisi utara ada perkebunan karet milik PTPN. Sementara di selatan dekat dengan jalur rel kereta api milik PT KAI. Jarak antara jalan amblas dengan rel relatif dekat, kurang lebih sekitar 10 meter.

Sekretaris Desa Cilongkrang, Rohmanudin mengatakan, jalan alternatif di sana memang langganan amblas. Terutama saat musim penghujan seperti sekarang ini.

“Jalan ini langganan amblas. Hampir tiap tahun. Lokasinya selalu di situ,” katanya.

Dia mengatakan, salah satu penyebab jalan ini langganan amblas karena ada aliran air di bawah badan jalan. Aliran air ini membelah jalan tersebut dan berujung pada saluran drainase.

“Menurut para orang tua, ada aliran air di bawah jalan. Hingga tiap tahun jalan ini selalu amblas,” katanya.

Rohman menambahkan, titik ini sudah berulang kali diperbaiki namun selalu mengalami kerusakan dengan tipe yang sama. Perbaikan terakhir dengan membuat saluran air di tepi jalan. Namun bangunan ini juga ambruk dengan kedalaman hampir 1 meter. Selain itu, perbaikan juga dengan memperkuat pondasi jalan agar dan terakhir dengan pengaspalan.

“Perbaikan sudah sering dilakukan,” katanya.

Kasat Lantas Polres Cilacap, Kompol Nunung Farmadi, SSos SIK MH memastikan, arus sudah dialihkan selama dalam penangganan.

“Kita himbau agar menghindari titik ini karena masih dalam penanganan,” kata dia. (*)