Arab Saudi Kritik Kemenag RI. Beri Catatan pada Kesehatan Jemaah dan Jumah Jemaah Wafat

ilustrasi

JAKARTA Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdul Fattah Mashat, lontarkan kritik kepada Kemenag. Dia mempermasalahkan tentang kesehatan jemaah haji Indonesia. Demikian juga dengan beberapa hal tekhnis lain yang harus menjadi catatan untuk pelaksanaan tahun depan.

Hal ini dia sampaikan saat berkunjung ke PPIH Arab Saudi. Dalam kunjungan ini, Wakil Menteri Haji dan Umrah datang bersama Asisten Deputi Bidang Operasional Haji, Dr. Eyad Rahbini. Juga Koordinator dan Supervisor (Musyrif Aam) Kantor Urusan Haji, Dr. Badr al-Sulami.

Abdul Fattah mengatakan, Kementerian Haji Arab Saudi memberi kritik kepada Kemenag dengan fokus pada kesehatan jemaah haji Indonesia. Ada dua aspek yang menjadi perhatian, yaitu tingkat istitha‘ah kesehatan dan jumlah jemaah wafat.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua dalam menyusun langkah-langkah persiapan yang lebih baik di masa mendatang. Termasuk dalam penyaringan, pemantauan, dan pendampingan kesehatan jemaah sejak sebelum keberangkatan,” sebutnya seperti dilansir dari kemenag.go.id.

Abdul Fattah menyampaikan terima kasih atas kerja dan koordinasi yang intensif yang terjalin sebelum dan selama ibadah haji. Semua upaya bersama itu demi mendukung keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun.

“Semoga kerja sama strategis antara Indonesia dan Arab Saudi ini dapat terus ditingkatkan demi pelayanan terbaik kepada Duyufurrahman,” harapnya.

Asisten Deputi Bidang Operasional Haji Arab Saudi, Dr. Eyad Rahbini juga beri kritik serupa kepada Kemenag RI. Dia melihat, PPIH Arab Saudi dan Kementerian Haji harus kerja ekstra dalam mengatasi tantangan penyelenggaraan haji. Salah satunya adalah komposisi kloter dari berbagai syarikah yang berbeda. Ini sempat menjadi sorotan di Tanah Air maupun pemerintah Arab Saudi.

“Tantangan seperti komposisi kloter yang terdiri dari berbagai syarikah berhasil teratasai melalui sistem koordinasi terpadu melalui operation room yang melibatkan Kemenhaj, delapan syarikah, dan PPIH Arab Saudi,” ujarnya.

“Catatan teknis lapangan telah tertangani dengan baik sepanjang operasional haji berlangsung,” tegasnya. (*)