Banjir Cilacap Surut, Warga Bersihkan Rumah

  • Bagikan
Banjir yang sempat melanda 2 kecamatan di Kabupaten Cilacap pada Rabu (21/7/2021), sudah surut sejak Kamis (22/7/2021) pagi dan dimanfaatkan warga untuk membersihkan rumah. (doc)

CILACAP – Hujan deras yang sempat mengakibatkan banjir dan menggenangi jalan penghubung Kabupaten Cilacap dan Banyumas Rabu (21/7/2021) pagi, dipastikan sudah tidak ada genangan sama sekali. Kondisi ini terpantau sejak Kamis (22/7/2021) pagi. Banjir ini juga sempat merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Jeruklegi dan Kawunganten.

Ruas jalan Banyumas-Cilacap melalui Wangon dan Jeruklegi terputus akibat tertutup genangan setinggi pinggang orang dewasa. Titik genangan tertinggi berada di Desa Cilibang Kecamatan Jeruklegi, tidak jauh dari tapal batas Cilacap-Banyumas.

Titik genangan serupa juga muncul di pertigaan Jeruklegi. Akibatnya muncul antrian panjang kendaraan karena harus bergantian melintasi titik tersebut.

Akibatnya, banyak pengendara dari arah Wangon maupun Cilacap memilih balik kanan karena tidak mampu menerjang tingginya genangan. Terutama bagi mereka yang melintas jalur tersebut pada pagi hari.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Heru Kurniawan memastikan sudah tidak ada genangan sama sekali. Kondisi ini dirasakan warga di Kecamatan Jeruklegi maupun Kawunganten.

“(Banjir) Sudah surut,” katanya.

Kondisi ini kemudian dimanfaatkan warga untuk membersihkan rumah dan lingkungan masing-masing. Seperti membersihkan sisa lumpur dan berbagai barang yang sempat terbawa arus banjir. Ini karena banjir berasal dari luapan sungai di sekitar rumah penduduk.

“Warga sedang bersih-bersih rumah mereka,” katanya.

BPBD Kabupaten Cilacap sejak kejadian memperkirakan, banjir terjadi akibat adanya sumbatan pada arus sungai. Hal ini bisa dilihat dari kronologis kejadian dimana hujan turun mulai pukul 03.00 dan mulai meluap selang 1 jam kemudian.

“Kalau dari kronologisnya, ada kemungkinan karena aliran sungai tersumbat. Bisa karena sedimentasi atau karena sampah,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Cilacap, Basuki Wibowo.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras sejak Rabu (21/7/2021) pagi hari selama 2 jam, mengakibatkan banjir di sejumlah desa. Akibatnya, ruas jalan Banyumas-Cilacap melalui Wangon dan Jeruklegi terputus akibat tertutup genangan setinggi pinggang orang dewasa. Titik genangan tertinggi berada di Desa Cilibang Kecamatan Jeruklegi, tidak jauh dari tapal batas Cilacap-Banyumas.

Akibatnya, banyak pengendara dari arah Wangon maupun Cilacap memilih balik kanan karena tidak mampu menerjang tingginya genangan. Terutama bagi mereka yang melintas jalur tersebut pada pagi hari.(*)

  • Bagikan