CILACAP – Masalah kesehatan berupa gagal ginjal menjadi momok mengerikan bagi masyarakat. Karena penderitanya harus bergantung pada perawatan medis sepanjang hayat. Kecuali jika mereka melakukan transplasi ginjal yang tentu saja biayanya tidak murah.
Namun, ada sejumlah langkah ringan yang sebernarnya bisa dilakukan tiap orang. Salah satunya adalah tetap menjaga pola makan, istirahat dan olah raga secara teratur.
Masalah gagal ginjal yang kadung menjadi momok ini, masih terus menjadi perbincangan. Tidak hanya di kalangan masyarakat. Namun juga petugas medis di berbagai tempat. Hal ini menjadikan RSUD Majenang mengambil langkah edukasi dengan menggelar Seminar Regional bertajuk Optimalisasi Pengelolaan Gagal Ginjal, Sabtu (13/5/2023).
Dan yang menjadi pusat perhatian adalah materi terkait tips menghindari gagal ginjal dari Keynote Speaker, dr Pramesti Griyana Dewi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap itu membagikan tips CERDIK.
“Ada langkah cerdik dan patuh agar kita bisa terhindar dari gagal ginjal,” katanya.
Dia merinci, cerdik merupakan singkatan dari cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin olah raga, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres.
Sementara metode pengendalian gagal ginjal dengan metode PATUH. Pertama adalah Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter. Lalu atasi penyakit dengan pengobatan yang tetap dan teratur. Selain itu, pasien harus tetap diet sehat dengan gizi seimbang.
“U untuk Upayakan beraktivitas fisik dengan aman dan. Dan H adalah Hindari Rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya,” terangnya.
Dia menambahkan, pemerintah mendorong semua pihak untuk ikut mendukung pencegahan ginjal kronis. Yakni dengan memodifikasi gaya hidup dengan berolahraga, pola makan sehat, cukup minum air putih, memeriksakan kesehatan dan tidak sembarang minum obat.
Direktur RSUD Majenang, dr Reza Prima Muharama mengatakan, seminar tersebut dalam rangkaian peringatan HUT ke 25 RSUD Majenang. Sekaligus peringatan Hari Ginjal Sedunia.
“kami akan segera me-launching mobil sahabat sehat untuk pasien dialisis yang membutuhkan transportasi,” katanya. (*)
