Jembatan Mati Minta Dihidupkan Lagi

  • Bagikan
Jembatan penghubung Majenang-Wanareja di atas Sungai Cijalu, ambruk pada 2017 lalu. Warga meminta agar dibangun jembatan baru secara permanen. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Jembatan di atas Sungai Cijalu di dan menghubungkan Kecamatan Majenang dan Wanareja, Cilacap, minta dihidupkan kembali. Jembatan ini sebelumnya mati karena hancur total usai diterjang banjir akibat luapan sungai tersebut, beberapa tahun lalu. Saat ini, kondisi jembatan sudah nyaris tidak terlihat lagi dan menyisakan beberapa bagian pondasi berbahan batu bata.

“Warga kembali mengajukan proposal untuk dibangun jembatan lagi,” ujar Kepala UPT Perawatan Jalan dan Jembatan Wilayah Majenang, Indra krisdianto, Selasa (25/5/2021).

Dia mengakui, jembatan lama ini dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Pembngunan jembatan ini dilakukan pada 2012 lalu. Jembatan ini kemudian hancur total akibat banjir besar Sungai Cijalu pada 2017 lalu.

Ditambahkannya, pembangunan jembatan ini kembali diusulkan warga Desa Sadahayu Kecamatan Majenang dan Jambu (Wanareja). Namun demikian, usulan ini diharapkan masuk terlebih dahulu dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dan ditindaklanjuti di Musrenbangcam.

“Usulkan dulu di musrenbang. Karena dari kemarin tidak masuk,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, rombongan Badan Penelitian Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) bersama Dinas PUPR Kabupaten Cilacap melihat lokasi dan bertemu warga 2 kecamatan tersebut. Badan kemudian meminta agar usulan ini bisa masuk tahun depan agar bisa menjadi program kerja Pemerintah Kabupaten Cilacap.

“Bapelitbangda mempersilahkan warga mengajukan usulan,” kata dia.

Keberadaan jembatan ini, menguntungkan warga 2 kecamatan tersebut karena mampu memangkas jarak dan waktu tempuh. Sebagai contoh, warga Desa Sadahayu bisa menyingkat waktu perjalanan dari hampir 2 jam menjadi hanya 20 menit.

“Jarak tempuh dari 46 kilo hanya jadi 9 kilo saja,” tandasnya. (*)

  • Bagikan