Kemarau Tapi Masih Ada Hujan. Ini Penjelasan BMKG

  • Bagikan
Musim kemarau di wilayah Barlingmascakeb masih kerap terjadi hujan karena dipengaruhi 2 faktor utama. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Musim kemarau hampir bisa dipastikan cuaca panas, terik dan minim hujan. Bahkan bisa berbulan-bulan tidak ada hujan sama sekali. Ini sesuai dengan musim kemarau yang terjadi antara periode April hingga Oktober. Sebaliknya, musim penghujan akan berlangsung antara Oktober hingga April tiap tahun.

Namun sampai dengan akhir Juni 2021, hujan masih kerap dirasakan warga di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya. Bagi sebagian masyarakat, hujan seperti ini kerap dinamai udan salah mangsa (hujan salah musim).

Hujan ini kerap terjadi pada siang atau sore hari. Namun pada 24 Juni 2021, hujan sempat turun semenjak pagi hingga menjelang siang hari dan terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap.

Kondisi seperti ini memang jarang sekali terjadi. Hujan ini terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa hal. Berikut penjelasan dari BMKG.

BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap dalam siaran pers menjelaskan, peningkatan curah hujan di pekan ini dipicu oleh berasosiasinya beberapa fenomena dinamika atmosfer – laut yang cukup signifikan. Hingga kemudian memicu peningkatan curah hujan di wilayah tersebut.

“Ada 2 hal yang mempengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah Barlingmascakeb,” ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendy Kurniawan, Selasa (29/6/2021).

Pertama, adalah Menghangatnya suhu muka laut lokal di selatan Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara berkontribusi terhadap peningkatan uap air di atmosfer.

Faktor kedua adalah menghangatnya suhu muka laut di wilayah Perairan Barat Sumatera (Indeks Dipole Mode Negatif) dan memicu munculnya pusat tekanan rendah di perairan dekat Sumatra sampai Jawa. Kondisi ini kemudian berakibat terjadi pemusatan aktivitas awan konvektif yang menjadi awal terjadinya hujan.

“Kedua faktor ini yang kemudian membuat wilayah kita yakni Barlingmascakeb masih ada hujan,” kata dia.

Kondisi ini berangsur-angsur akan kembali normal dengan ditandai kondisi uap air di atmosfer wilayah Barlingmascakeb yang berujung pada berkurangnya intensitas hujan. Namun demikian, potensi hujan dengan intensitas ringan dan sangat lokal masih tetap ada.

“Masih ada potensi hujan intensitas ringan dan skala lokal,” tegasnya. (*)

  • Bagikan