• Kam. Jun 18th, 2026

Kemarau Tapi Masih Ada Hujan. Ini Penjelasan BMKG

Musim kemarau di wilayah Barlingmascakeb masih kerap terjadi hujan karena dipengaruhi 2 faktor utama. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Musim kemarau sangat identik dengan cuaca panas, terik dan minim hujan. Bahkan bisa berbulan-bulan tidak ada hujan sama sekali. Ini sesuai dengan karakter musim kemarau yang terjadi antara periode April hingga Oktober.

Namun sampai dengan akhir Juni 2021, hujan masih kerap mengguyur di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya. Bagi sebagian masyarakat, hujan seperti ini kerap dinamai udan salah mangsa (hujan salah musim).

Hujan saat musim kemarau tahun ini kerap terjadi pada siang atau sore hari. Namun pada 24 Juni 2021, hujan sempat turun semenjak pagi hingga menjelang siang hari dan terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap. Hujan seperti ini terjadi karena terpengaruh oleh beberapa faktor.

BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap dalam siaran pers menjelaskan, peningkatan curah hujan di pekan ini akibat akumulasi beberapa fenomena. Yakni perkembangan dinamika atmosfer dan laut yang cukup signifikan. Hingga kemudian memicu peningkatan curah hujan di wilayah tersebut.

“Ada 2 hal yang mempengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah Barlingmascakeb,” ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendy Kurniawan, Selasa (29/6/2021).

Pertama, adalah menghangatnya suhu muka laut lokal di selatan Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara berkontribusi terhadap peningkatan uap air di atmosfer.

Faktor kedua adalah menghangatnya suhu muka laut di wilayah Perairan Barat Sumatera (Indeks Dipole Mode Negatif) dan memicu munculnya pusat tekanan rendah di perairan dekat Sumatra sampai Jawa. Kondisi ini kemudian berakibat terjadi pemusatan aktivitas awan konvektif yang menjadi awal terjadinya hujan.

“Kedua faktor ini yang kemudian membuat wilayah kita yakni Barlingmascakeb masih ada hujan,” kata dia.

Kondisi ini berangsur-angsur akan kembali normal dengan ditandai kondisi uap air di atmosfer wilayah Barlingmascakeb yang berujung pada berkurangnya intensitas hujan. Namun demikian, potensi hujan dengan intensitas ringan dan sangat lokal masih tetap ada.

“Masih ada potensi hujan intensitas ringan dan skala lokal meski di musim kemarau,” tegasnya. (*)

By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *