• Kam. Jun 18th, 2026

Khusus Menteri Ekonomi ASEAN, Wamendag Roro Dukung Penyelesaian Reviu AITIGA 2025

By

ilustrasi

JAKARTA – Para Khusus Menteri Ekonomi ASEAN sepakat mempercepat penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) sebelum akhir 2025. Kesepakatan ini tercapai dalam Special ASEAN Economic Ministers Meeting on the Review of AITIGA yang berlangsung secara hibrida, Kamis (28/8).

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, selaku Ketua Delegasi Indonesia, menjelaskan bahwa Khusus Menteri Ekonomi memanfaatkan pertemuan ini untuk menuntaskan isu-isu tertunda dengan India. Roro menegaskan pentingnya hasil reviu yang bermakna dan seimbang bagi seluruh pihak.

Wamendag Roro menambahkan bahwa Khusus Menteri Ekonomi ASEAN telah menerima laporan perkembangan reviu AITIGA dari Malaysia selaku koordinator perundingan. Indonesia memberikan dukungan penuh agar proses ini segera selesai demi menciptakan perjanjian yang lebih sederhana, transparan, dan ramah bagi pelaku usaha.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menegaskan komitmen Khusus Menteri Ekonomi untuk memperkuat hubungan perdagangan jangka panjang ASEAN-India. Roro menyebut implementasi AITIGA mampu membuka peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia sekaligus meningkatkan perdagangan kawasan.

Wamendag Roro menegaskan komitmen Indonesia dalam reviu AITIGA. Ia menyatakan bahwa Indonesia mendorong reviu AITIGA untuk meningkatkan fasilitasi perdagangan. Roro juga menekankan bahwa reviu ini bertujuan memperdalam integrasi ekonomi kawasan dan memperluas peluang usaha bagi semua pihak.

Roro menekankan bahwa Khusus Menteri Ekonomi ASEAN melihat India sebagai mitra dagang strategis. Saat ini, India menjadi mitra dagang terbesar ke-8 ASEAN. Reviu AITIGA menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan perdagangan kedua pihak.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai total perdagangan Indonesia-India pada 2023 mencapai USD 29,18 miliar dengan surplus bagi Indonesia. Khusus Menteri Ekonomi ASEAN menyoroti capaian tersebut, di mana nilai ekspor Indonesia tercatat USD 22,5 miliar dan impor sebesar USD 6,66 miliar. Komoditas utama ekspor Indonesia ke India meliputi batubara, minyak sawit, baja nirkarat, dan bijih tembaga. (*)

By