CILACAP – Warga korban tanah bergerak di Desa Bantar Kecamatan Wanareja, bisa bernafas lega karena masih bisa menempati kembali rumah masing-masing. Ini sejalan dengan hasil rekomendasi dari tim Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Tanah bergerak di Desa Bantar Kecamatan Wanareja, mengakibatkan 15 rumah warga rusak. Akibat kejadian ini, 9 keluarga terpaksa mengungsi ke tempat aman. Beberapa warga mengungsi ke rumah tetangga terdekat yang masih relatif aman dari bencana alam berupa tanah bergerak tersebut.
Bencana ini berawal dari hujan deras turun pada Jumat (5/5/2023) sore hingga Sabtu (6/5/2023) dini hari. Saat kejadian, warga sempat merasakan ada suara seperti kayu patah. Saat pagi hari, tanah di pekarangan dan jalan kecil nampak terbelah.
Panjang rekahan ini sepanjang kurang lebih 150 meter dengan lebar ada yang mencapai 50 cm. Sementara kedalaman maksimal ada yang mencapai 1 meter.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Erna Suharyati, Senin (29/5/2023) memastikan, korban tanah bergerak di Desa Bantar tidak perlu relokasi.
“Sudah ada rekomendasi dari PVMBG. Jadi warga tidak perlu relokasi,” katanya.
Menurutnya, tim PVMBG sudah turun ke lokasi dan melakukan kajian tekhnis. Tim ini lalu melalukan kajian di kantor PVMBG dengan berdasar temuan di lapangan.
“Kan kan kajian dari PVMB belm tentu harus relokasi
Dia menambahkan, korban tanah bergerak ini sekarang membutuhkan perbaikan rumah yang rusak. Karena pergerakan tanah ini merusak 15 rumah warga setempat. Perbaikan rumah korban tanah bergerak nantinya melalui bantuan sosial APBD Kabupaten Cilacap.
“Kalau ada perbaikan rumah, kita usulkan lewat bansos,” kata Erna.
Saat ini, lokasi tanah bergerak sudah aman dan lebih stabil. Berbeda saat masih kerap terjadi hujan yang mengakibatkan ada pergerakan tanah susulan. Warga yang sempat mengungsi, kini sudah kembali ke rumah masing-masing.
“Kondisi sudah aman,” tegasnya. (*)
