CILACAP – Keberadaan komplek makam kuna di Gunung Padang Desa Salebu Kecamatan Majenang, Cilacap, sudah terkenal oleh berbagai kalangan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Bahkan, ada atlit berstatus juara dunia yang selalu berziarah ke sana sebelum bertanding.
Komplek makam kuna di Gunung Padang di Kabupaten Cilacap ini, terasa sangat berbeda. Pertama karena lokasinya seperti berada di puncak bukit dan jauh dari perkampungan warga. Untuk bisa kesana, harus melalui kebun warga dan hutan pinus milik Perhutani.
Perbedaan kedua, adalah jenis tanaman yang mengelilingi komplek makam di bukit Gunung Padang di pesisir barat Cilacap ini. Pohon bambu mendominasi lokasi tersebut. Juga, lokasi makam yang berada di tempat yang relatif datar dan tidak ada di lereng bukit.
Di sana, sebenarnya ada 3 komplek makam kuna. Di bagian bawah, ada 3 atau 4 makam, tanpa ada tulisan nama di batu nisan. Lalu ada 2 komplek makam di puncak bukit Gunung Padang yang oleh warga Cilacap selalu menjadi destinasi ziarah tiap awal tahun Islam. Dan makam Ki Hajar Sakti berada di bagian akhir.
Lokasi dua makam terakhir ini, berada di puncak yang agak landai. Beda dengan yang pertama karena berada di lereng bukit.
Kontur yang datar, banyak bambu membuat orang menduga kalau lokasi ini dulu ada semacam perkampungan. Apalagi, dekat dengan sumber air bersih yang memenuhi kebutuhan penghuni.
Para pemukim ini, memanfaatkan situs geologi di sisi timur Bukit Cendana berupa tumpukan batu panjang. Mereka memanfaatkan situs tersebut untuk bersemedi atau tradisi spiritual lainnya.
Keberadaan makam Ki Hajar Sakti, tercium sampai ke penjuru Pulau Jawa. Salah satunya adalah mantan atlit nasional yang pernah menyandang gelar Juara Dunia. Atlit ini selalu berziarah ke sana, tiap kali hendak menjalani laga internasional.
“Tiap mau tandin selalu ziarah ke makam Ki Hajar Sakti,” ujar Fathur, salah satu warga Desa Salebu. (*)






