News  

Partisipasi Pilkades Terganjal Masalah Klasik

Asisten Sekda Cilacap bersama Wakapolres dan Wakil Ketua DPRD meninjau pilkades serentak, Senin (28/3/2022). Pilkades serentak terganjal warga perantau yang tidak bisa pulang untuk memberikan hak pilih. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Tingkat partisipasi warga dalam pilkades serentak di Kabupaten Cilacap, masih saja terganjal masalah klasik. Yakni banyak warga yang merantau meski mereka masih memegang KTP Kabupaten Cilacap.

Pilkades serentak melibatkan 44 desa di Kabupaten Cilacap, Senin (28/3/2022) dan tersebar di 18 kecamatan. Warga yang memenuhi syarat kemudian masuk dalam Daftar Pemilih Tetap atau DPT. Total ada 226.988 warga yang masuk DPT di seluruh Kabupaten Cilacap.

Assiten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Cilacap, Dian Setiabudi mengatakan, secara umum tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkades serentak tergolong baik.

Contohnya salah satu TPS yang sempat dia tinjau bersama Wakapolres dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Senin (28/3/2022).

“Tadi jam 11.00, ada yang sudah 70 persen. Tingkat partisipasi warga tergolong baik,” kata Dian.

Dia mengatakan, partisipasi warga dalam pilkades terganjal masalah yang selalu sama seperti dulu dan menjadi masalah klasik. Yakni banyak warga yang merantau ke kota besar di Jawa Barat ataupun Ibu Kota.

“Dari dulu kendalanya itu. Di sini (daerah barat) KTP Cilacap tapi kerja di Bandung atau Jakarta. Atau di daerah timur jadi TKI atau TKW,” katanya.

Namun demikian, mereka harus tetap masuk dalam DPT sesuai dengan hak warga untuk memilih dan dipilih pada pilkades serentak. Selain itu, panitia juga ada harapan para perantua ini akan kembali ke kampung halaman untuk memberikan suara.

“Mereka tetap masuk dalam DPT karena memang KTP Cilacap. Siapa tahu bisa pulang,” katanya.

Dia berharap, tingkat partisipasi masyarakat bisa mencapai 70 hingga 80 persen. Hal ini menunjukan kalau warga tetap punya kepedulian tinggi terhadap pembangunan di desa masing-masing.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Syaiful Mustangin menambahkan agar masyarakat bisa tetap dewasa dalam pilkades serentak. Hingga nantinya siapapun yang terpilih menjadi kepala desa, kondisi masyarakat tetap aman.

“Masyarakat sudah dewasa dan bisa mensikapi hasil pilkades dengan kepala dingin,” tegasnya. (*)