Pekerja Tuntut UMK Naik 10 Persen

  • Bagikan
Perwakilan pekerja bertemu dengan Bupati dan Sekda Cilacap, Rabu (27/10/2021). Dalam audensi ini pekerja minta agar UMK Cilacap naik 10 persen. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Pekerja di Kabupaten Cilacap menuntut agar Upah Minimun Kabupaten (UMK) tahun 2022 naik sampai 10 persen. Dengan demikian, ada tambahan Rp 200 ribu dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2.228.904.

Tuntutan ini masuk dalam materi pembahasan saat audensi pekerja dengan Bupati Cilacap, Rabu (27/10/2021). Dalam pertemuan itu, Bupati hadir bersama Sekda dan beberapa pejabat lainnya.

Anggota Dewan Pengupahan dari Unsur Pekerja, Joko Waluyo mengatakan, tuntutan kenaikan ini dengan mempertimbangkan beberapa hal. Seperti tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang sudah masuk fase positif.

“Kita harap UMK tahun depan naik karena inflasi positif dan pertumbuhan ekonomi juga positif,” katanya usai audensi.

Menurutnya, target kenaikan versi pekerja pada angka realistis dan di kisaran 10 persen naik. Atau naik Rp 200 ribu. Hingga nantinya UMK Cilacap menjadi sekitar Rp 2,4 juta.

“Kita realistis di angka 10 persen, atau di kisaran Rp 200 ribu,” kata dia.

Sekda Cilacap, Farid Ma’ruf mengatakan, kenaikan UMK akan dibahas bersama instansi terkait. Termasuk melibatkan Dewan Pengupahan, Badan Pusat Statistik (BPS), Apindo, Dinas Tenaga Kerja dan perwakilan pekerja.

Forum ini akan menghitung secara detail seluruh aspek yang menentukan nilai UMK secara spesifik.

“Akan ada hitung-hitungan yang realitis. Ada banyak indikatornya, termasuk ada perhitungan dari BPS,” kata dia.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji menyambut baik pertemuan tersebut. Dari situ pemerintah bisa melihat dan mendengar langsung masalah para pekerja. Termasuk adanya gaji pekerja tidak sesuai UMK serta PHK.

“Pertemuan ini baik, karena mereka kan kerja untuk Cilacap, bangun Cilacap. Dan ini, investor penting, pekerja juga penting. Namun masalah kenaikan UMK ini, kita hanya mengusulkan,” tegasnya. (*)

  • Bagikan