Penimbangan Serentak untuk Tangani Stunting

Kader tengah mengukur tinggi anak dalam penimbangan serentak di Cilacap. Kegiatan ini mulai dilakukan petugas di Puskesmas Majenang 1 dengan menyasar seluruh balita. (doc)

CILACAP – Penimbangan serentak menyasar seluruh bayi di Kabupaten Cilacap dan menjadi bagian untuk tangani stunting. Masalah stunting sendiri sudah lama menjadi isu atau program nasional terkait kurangnya gizi yang mengganggu pertumbuhan anak.

Dalam prorgram tersebut, petugas akan mendata kondisi anak yang masuk sasaran. Mulai dari berat, tinggi dan panjang badan. Selain itu petugas jugag melakukan sosialisasi terkait kesehatan dan makanan pada anak balita.

Program penimbangan serentak ini melibatkan seluruh bidan desa, kader dan instansi terkait. Sasarannya adalah mendapatkan data bayi akan masuk dalam Persiapan Pemberian Makanan Tambahan bagi Balita Stunting.

Hingga peran bidan desa, kader dan keberadaan posyandu sangat penting. Mereka menjadi ujung tombak dalam proses tersebut.

Kepala Puskesmas Majenang 1, Sri Wahyuni mengatakan, pihaknya sudah menggelar penimbangan serentak di sejumlah desa. Dan kegiatan ini akan terus berjalan hingga bisa menjangkau seluruh sasaran.

“Kita sudah mulai melakukan penimbangan di sejumlah desa sampai seluruh sasaran tergarak semua,” kata Sri Wahyuni.

Dia mengatakan, hasil penimbangan serentak segera masuk ke entry data melalui aplikasi e-PPGBM. Yakni aplikasi pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat yang dilakukan oleh bidan desa, gizi dan kader KPM. Data ini memastikan balita berpotensi stunting dan akan masuk dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 3 bulan.

“Hasil penimbangan akan masuk dalam data base melalui aplikasi,” kata dia.

Selain itu, ada keterlibatan dinas terkait untuk mendukung program tersebut. Yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Dinas ini bersama Dinas Kesehatan akan memberikan pelatihan bagi kader dan PKK untuk memasak PMT tersebut.

“Nantinya akan ada pelatihan,” tegasnya. (*)

Exit mobile version