Pipa PDAM Cilacap Pecah. Ini Penjelasannya

  • Bagikan
Salah satu fasilitas pengolahan air bersih milik PDAM Cilacap. Tidak semua pipa merupakan jaringan induk yang mengalirkan air ke pelanggan. (ilustrasi/doc)

CILACAP – Kejadian pipa jaringan air bersih milik PDAM Cilacap pecah, sempat menggegerkan warga Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, pada Sabtu (19/6/2021). Air sempat keluar dengan deras dan membumbung tinggi. Mirip dengan air mancur di taman namun berukuran jumbo.

Pancuran air gratis ini tak ayal menjadi mainan anak kecil di sana. Mereka memanfaatkan air ini untuk bermain dengan penuh keceriaan.

Air yang mengalir deras ke udara ini dipastikan bukan berasal dari Jaringan Distribusi Utama (JDU) milik PDAM. Lalu dari mana?

Kepala Cabang PDAM Majenang, Retno Sulistyowati menjelaskan, air ini keluar dari pipa “air valve”. Fungsi air valve ini untuk membuang udara yang terbawa masuk ke dalam JDU.

“Bukan dari JDU kita yang berukuran 300 (inchi). Tapi dari pipa air valve,” kata Retno, Senin (21/6/2021).

Dia menjelaskan, fungsi utama pipa tersebut untuk mengeluarkan udara yang terjebak di JDU. Tujuannya agar tekanan di JDU berkurang. Karena tekanan yang berlebih bisa berbahaya bagi seluruh jaringan pipa, baik berukuran besar maupun kecil yang terhubung dengan rumah warga.

“Kalau tekanan terlalu besar tentu berbahaya,” terangnya.

Dia mengatakan, perbaikan ini bisa dengan cepat dilakukan. Tidak sampai 2 jam, air bersih di JDU sudah mengalir kembali karena drat di pipa valve ini masih berfungsi dengan baik. Namun sayang, tiba-tiba aliran listrik PLN mati hingga mesin pompa ikut berhenti beroperasi.

“Petugas kami laporan kalau lampu di seluruh (Kecamatan) Wanareja mati. Mungkin ada perbaikan jaringan. Tapi ini juga tidak lama hingga semua kembali on,” katanya.

Menurutnya, kerusakan pipa valve di sana terjadi karena faktor korosi atau karat yang membuat air justru keluar. Air tersebut muncul dan lepas ke udara karena tingginya tekanan dari pipa JDU yang terdorong keluar melalui pipa air valve.

“Pipa air valve rusak karena korosi,” tegasnya. (*)

  • Bagikan