PPKM Darurat Diperpanjang, Penyekatan Ditambah

  • Bagikan
Depan Terminal ditutup separuh jalan setiap malam sejak jam 20 00, dan ditutup total tiap akhir pekan sejak PPKM Darurat diterapkan. Penyekatan jalan dimungkinkan diperluas setelah ada keputusan perpanjangan PPKM Darurat. (doc)

CILACAP – Keputusan pemerintah pusat untuk memperpanjang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sampai akhir Juli 2021, membawa konsekuensi tersendiri. Termasuk kemungkinan memperluas dan menambah ruas jalan yang ditutup untuk menurunkan tingkat mobilitas warga.

Selama PPKM Darurat diterapkan, mobilitas warga di daerah masih dianggap tinggi. Meskipun sejumlah ruas jalan sudah ditutup oleh Satgas Covid19 Kabupaten Cilacap. Sebut saja 11 ruas di dalam kota Cilacap. Hampir seluruh jalan ini berujung di alun-alun, sebuah tempat umum yang biasa menjadi lokasi berkumpul warga.

Menyusul kemudian, penutupan ruas utama di Kecamatan Majenang, Kroya dan Sidareja. Sama seperti di pusat kota, penutupan jalan di 3 kecamatan ini dilakukan mulai pukul 17.00 sampai dengan pukul 06.00. Namun pada akhir pekan, seluruh ruas ini ditutup total sejak Sabtu sore hingga Senin pagi.

Kapolres Cilacap, AKBP Leganek usai rapat bersama Forkompinda dan seluruh Forkompincam melalui tele confrence Jumat (16/7/2021) mengatakan, penyekatan selama PPKM Darurat akan terus diterapkan.

“Mau nga mau akan tetap kita laksanakan penyekatan ini dan sangat mungkin ditambah (lokasi) penyekatan,” ujar Kapolres kepada awak media.

Menurutnya, penyekatan ini sebagai langkah untuk menekan angka mobilitas warga. Angka ini menjadi salah satu indikator dalam PPKM Darurat. Dia melihat, angka mobilitas warga di daerah ini masih tergolong tinggi. Hingga penyekatan di berbagai lokasi dan ruas akan terus dilakukan.

“Angka mobilitas warga pada umumnya masih tinggi,” kata dia.

Dia berharap agar warga selama PPKM Darurat ini bisa tetap disiplin dalam menjaga protokol kesehatan. Karena kedisiplinan ini akan berujung pada keberhasilan PPKM Darurat, termasuk mengurangi aktifitas warga yang tidak perlu. Demikian juga dengan keterlibatan warga dalam mengikuti vaksinasi guna menciptakan herd immunity.

“Seperti yang dikatakan Pak Bupati, disiplin dan vaksin selama PPKM Darurat,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satgas Covid19 Kabupaten Cilacap mulai menyekat ruas utama di pusat kota. Penyekatan ini dilakukan mulai 10 Juli 2021. Disusul kemudian, penyekatan ruas utama di Kecamatan Majenang, Kroya dan Sidareja sejak Senin 12 Juli 2021.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo mengatakan, penyekatan ini dilakukan untuk menekan tingkat mobilitas warga. Sebelumnya, tingkat mobilitas staf pemerintah sudah berkurang drastis dengan penerapan WFH sampai 75 persen.

“Aktifitas pemerintahan kan sudah turun. Tinggal aktifitas masyarakat yang masih tinggi. Kecuali kalau memang sektor esensial yang harus tetap berjalan. Kalau yang non esensial ini juga (aktifitas) masih tinggi hingga harus kita kurangi,” ungkap Tulus. (*)

  • Bagikan