Puncak DB Sudah Lewat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi dalam sebuah kesempatan. Pramesti memastikan puncak DB di Cilacap sudah lewat. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Puncak penyebaran DB (Demam Berdarah) di Kabupaten Cilacap, sudah terlampaui. Sepanjang Juni hingga Agustus 2022, jumlah kasus terus mengalami penurunan.

Demam Berdarah merupakan penyakit menular dengan nyamuk aedes aigypti sebagai vektor atau pembawa. Nyamuk ini cenderung aktif pada pagi hingga sore hari. Nyamuk ini setelah mengigit orang terpapar DB, akan menyebarkannya saat mengigit orang lain.

Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap mencatat, puncak kasus DB terjadi pada awal tahun. Tepatnya selama Februari hingga Maret 2022. Dalam periode ini, sejumlah puskesmas di Kabupaten Cilacap melaporkan terjadinya lonjakan pasien terpapar DB.

Hingga sampai Mei 2022 saja, ada 13 pasien DB yang meninggal dunia. Dan 6 orang tercatat sebagai warga Kecamatan Cilacap Tengah.

Hampir semua kecamatan di Kabupaten Cilacap lalu menggelar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serempak. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari pemerintah lokal desa, warga dan aparat terkait lainnya.

Selain itu, sejumlah desa juga meminta adanya fogging atau pengasapan untuk memastikan tidak ada nyamuk dewasa. Fogging menyasar wilayah yang ada kasus penyebaran DB dan menjangkau radius tertentu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi menegaskan, saat ini kasus DB terus mengalami penurunan. Jauh berbanding terbalik saat masa puncak DB yang sudah lewat tersebut.

“Sekarang ini sudah menurun sekali,” kata Pramesti.

Dia menambahkan, pasca Maret 2022 atau memasuki April 2022, jumlah kasus terus menurun hingga memasuki Agustus 2022 ini.

“Setelah puncak DB lewat, sekarang ya menurun terus,” tegasnya. (*)

Exit mobile version