CILACAP – Desa Matenggeng di Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap ternyata sangat rawan bergerak. Hingga wilayah ini butuh perbaikan dan penataan. Salah satunya adalah drainase agar menghindari air hujan langsung masuk ke lapisan bawah tanah.
Hal ini menjadi salah satu poin rekomendasi dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. Tim dari dinas sebelumnya sudah meninjau lokasi pasca terjadi tanah longsor. Rekomendasi ini tertuang dalam surat bernomor 545.5/9121 tertanggal 30 November 2022.
Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan, Desa Matenggeng termasuk rawan longsor. Bahkan tingkat kerawanan di sana sangat tinggi jika melihat Peta Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Cilacap.
“Tingkat kerawanan sangat tinggi,” kata dia dalam surat tersebut.
Selain itu juga ada faktor alamiah dan faktor pemicu terjadinya tanah longsor di desa itu. Untuk faktor alamiah seperti jenis tanah dan batuan dan morfologi daerah tersebut. Juga adanya danau yang menjadi pusat penampungan air di daerah bawah perbukitan.
Sementara faktor pemicu longsor yakni hujan deras, saluran drainase yang tidak tertata dan tidak kedap air. Ini membuat wilayah tersebut kian rawan longsor.
“Kalau jenis gerakan tanah berupa rayapan, yaitu jenis gerakan tanah yang lambat. Gerakan ini hampir tidak dapat dikenali,” katanya.
Karena itulah dia merekomendasikan beberapa hal. Yakni menutup rekahan tanah dengan material kedap air. Hingga air hujan nantinya tidak masuk ke lapisan bawah tanah yang justru akan membuat tanah kembali bergerak.
Selain itu juga perlu penataan drainase. Terutama membuat drainase kedap air di daerah pemukiman hingga air hujan tidak langsung masuk ke dalam tanah. Langkah-langkah ini untuk mengurangi kejadian tanah longsor agar tidak bertambah rawan.
“Masyarakat juga harus menghindari daerah bencana saat hujan turun,” tegasnya.
Sejumlah kecamatan di Kabupaten Cilacap memang sangat rawan longsor. Ini mengacu pada hasil penelitian Kementerian ESDM pada 2010 lalu. Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Cimanggu dan Majenang serta Karangpucung masuk dalam wilayah rawan longsor. (*)
