• Kam. Jun 18th, 2026

Seskab Teddy Sebut 11 Helikopter Sudah Terbang ke Sumatera Bantu Penangganan Bencana

Pemerintah menerbangkan 11 helikopter ke wilayah bencana di Sumatera untuk bantu penanganan kondisi darurat. Fungsi helikoter untuk mendistribusikan logistik karena akses darat terputus. (doc/seskab)

JAKARTA – Pemerintah terus mengerahkan helikopter bantu bencana Sumatera untuk mempercepat penanganan darurat di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor. Total 11 helikopter milik TNI dan Basarnas sudah terbang dari Jakarta menuju tiga provinsi di Sumatra sejak awal operasi.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan, pengiriman helikopter ke Sumatera itu untuk bantu penangganan bencana. Helikopter ini terus menjadi tumpuan utama distribusi logistik setelah bencana besar pada 25 November 2025 merusak infrastruktur vital. Kerusakan itu memutus akses darat, mengganggu listrik, dan melumpuhkan komunikasi sehingga bantuan hanya bisa masuk melalui jalur udara.

“Hingga saat ini, total ada 11 helikopter TNI dan Basarnas yang terbang mengangkut bantuan dari Jakarta menuju lokasi bencana di tiga provinsi di Sumatera,” ujar Teddy, Sabtu (29//2025).

Teddy menjelaskan kesembilan helikopter telah berada di lokasi sejak 26 November 2025. Dua unit tambahan kembali terbang ke Aceh pada Sabtu pagi untuk memperkuat operasi helikopter guna bantu penanganan bencana di wilayah yang sulit terjangkau di Sumatera.

“Helikopter terus terbang di sekitar lokasi bencana untuk mendistribusikan logistik, terutama ke daerah terdalam dan area yang jalur daratnya terputus,” tambahnya.

Di sisi lain, BNPB mengumumkan peningkatan data korban. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebutkan bahwa hingga Sabtu pagi, banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatra menyebabkan 174 korban jiwa, 79 warga hilang, dan 12 orang luka-luka.

Sumatra Utara mencatat dampak terberat, dengan 116 korban meninggal dan 42 orang hilang. Daerah paling terdampak meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. Di Aceh, korban meninggal mencapai 35 orang dan 25 warga masih hilang.

Suharyanto menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara, mengingat sejumlah lokasi belum bisa ditembus tanpa dukungan helikopter bantu bencana Sumatera.

“Data ini akan berkembang terus karena masih banyak titik longsor yang belum berhasil ditembus,” ujarnya. (*)

By