CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap, kini tengah fokus untuk menangani stunting yang terjadi di desa miskin ekstrim. Karena masalah stunting sudah menjadi target bersama antara pemerintah pusat dan daerah agar ada penanganan serius.
Target pemerintah pusat adalah mampu menekan jumlah anak stunting maksimal hanya 40 persen. Sementara di Cilacap berdasarkan survey SSGI, balita stunting mencapai 17 persen.
Pemerintah Kabupaten Cilacap lalu menggelar penimbangan serentak dan mendapatkan data yang cukup mengejutkan. Yakni ada perbedaan jauh yakni hanya ada 4 persen anak stunting di Cilacap. Tentu angka ini jauh berbeda dari hasil survey SSGI.
Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar mengakui, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya untuk terus menekan angka stunting. Termasuk kasus stunting di desa miskin ekstrim.
Salah satunya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya peran serta mereka. Seperti pembekalan bagi RT RW di 24 kecamatan.
Namun karena jumlah kecamatan yang banyak dan luas wilayah Cilacap, maka pemerintah akan lebih mengutamakan menggelar kegiatan di desa miskin esktrim. Tujuannya jelas, yakni menekan anak stunting di desa miskin ekstrim.
“Ya akan ada kegiatan-kegiatan serupa di 24 kecamatan. Beberapa kecamatan akan kita kumpulkan juga, RT RW dan kader. Karena 24 kecamatan cukup banyak, kita utamakan di 73 desa miskin ekstrim,” terang Pj Bupati.
Dia menambahkan, intervensi terhadap faktor penyebab stunting tetap menjadi perhatian. Karena kasus ini punya faktor yang cukup beragam. Mulai dari masalah ekonomi, pengetahuan gizi hingga pola asuh anak.(*)
