Ujian Tengah Semester Harus di Sekolah

  • Bagikan
Dinas P dan K Cilacap memastikan ujian tengah semester tingkat SD dan SMP digelar dengan tatap muka agar bisa diketahui siswa benar-benar mengerjakan soal sendiri. (doc)

CILACAP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap memastikan pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) atau ujian tengah semester, digelar di sekolah masing-masing. Kebijakan ini diterapkan untuk SD dan SMP di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono mengatakan, kebijakan ini diambil agar siswa benar-benar mengerjakan sendiri tiap soal yang diujikan.

“Kalau di rumah bisa saja bukan siswa yang menggarap soal,” ujarnya, Selasa (24/8/2021).

Hanya saja, ujian ini akan diatur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan kerumunan secara berlebihan. Caranya dengan mengatur jadwal tiap siswa yang bisa masuk kelas untuk mengikuti ujian. Selain itu jumlah siswa yang masuk untuk ujian akan dibatasi.

“Tentunya dijadwal. Tidak bruuk masuk semua (bersamaan),” ujar dia.

Sadmoko menambahkan, langkah ini dilakukan karena PTS digelar di masa pandemi dan harus mengedepankan faktor kesehatan. Termasuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Salah satunya adalah membatasi siswa yang masuk kelas untuk ujian.

Selain itu, penerapatan prokes ketat ini juga memastikan seluruh siswa dan guru yang masuk harus dalam kondisi fit. Jika ada siswa atau guru yang mengeluhkan sakit, dilarang keras untuk masuk. Meskipun keluhan ini berupa gejala ringan.

“Meski gejala ringan tidak boleh masuk. Harus tetap di rumah,” tegasnya.

Bagi siswa yang berhalangan karena sakit, dinas memberikan keringanan dalam mengerjakan soal saat PTS nanti. Mereka bisa menggarap soal dari rumah secara daring. Dengan demikian, siswa masih diberi hak untuk tetap ikut ujian. Dan disaat bersamaan, sekolah bisa terhindar dari kemungkinan penyebaran Covid19 karena anak yang masuk benar-benar sehat tanpa ada keluhan.

“Anak bisa tetap ikut ujian dari rumah secara daring,” tegasnya.

Kepala SMP N 2 Majenang, Suwarno menambahkan pihaknya masih menunggu jadwal lebih rinci dari dinas. Jadwal ini berisikan urutan mata pelajaran yang akan diujikan tiap hari.

“Kita masih menunggu jadwal dari dinas,” katanya.

Dari jadwal ini, nantinya akan ada shift masuk ujian bagi siswa tiap jenjang kelas. Seperti siswa kelas VII masuk pada pukul 07.00 untuk menggarap soal ujian sampai pukul 10.00. Setelah itu, siswa kelas VII masuk.

“Baru kemudian kelas IX masuk jam 1 siang. Bisa saja seperti itu,” tegasnya. (*)

  • Bagikan