Wisuda Sarjana INSIMA Majenang, Pejabat Kasubdit Ketenagaan Kemenag Ingatkan Sarjana Jangan Hanya Pintar Menjawab Soal

104 mahasiswa INSIMA mengikuti prosesi wisuda, Sabtu (24/10/2026). Wisuda tahun ini juga ada orasi ilmiah yang disampaikan oleh Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Aziz Hakim, M.H. (doc/insima)

CILACAP — Sarjana perguruan tinggi tidak cukup hanya menguasai teori dan menjawab soal akademik. Mereka juga harus mampu menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Muhammad Aziz Hakim, M.H., Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, dalam orasi ilmiah pada Wisuda Sarjana Angkatan XIV Institut Agama Islam K.H. Sufyan Sauri (INSIMA) Majenang, Sabtu (24/10/2026).

“Sarjana jangan hanya pintar menjawab soal, tetapi harus pintar menjawab persoalan,” kata Muhammad Aziz Hakim dalam orasinya.

Aziz menjelaskan, selama kuliah mahasiswa terbiasa menjawab pertanyaan dosen tentang definisi, teori, landasan hukum, dan tokoh keilmuan. Namun, setelah lulus, mereka menghadapi tantangan yang lebih luas. Termasuk memimpin diri sendiri, mengelola kehidupan, serta mempertanggungjawabkan keputusan dan tindakan.

“Kampus mengajarkan cara menjawab soal. Kehidupan menguji kemampuan menyelesaikan persoalan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Indonesia membutuhkan lulusan yang tidak hanya pintar, tetapi juga jujur, peduli, berintegritas, dan bersedia bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Menurut Aziz, para lulusan juga tidak seharusnya memandang gelar sarjana semata-mata sebagai tiket untuk menjadi pegawai.

“Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi belajarlah menciptakan kesempatan,” tuturnya.

Ia menyebut profesi sebagai aparatur sipil negara, guru, pengusaha, maupun tenaga profesional sama-sama memiliki nilai. Namun, menjadi manusia yang bermanfaat lebih penting daripada sekadar memiliki jabatan.

Rektor INSIMA Ingatkan Tantangan Kecerdasan Buatan

Dalam amanatnya, Rektor INSIMA Majenang, Dr. H. Masngudi M.E.I., mengingatkan para lulusan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk meningkatnya peran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Masngudi mengutip pemikiran Yuval Noah Harari tentang risiko otomatisasi yang dapat membuat sebagian manusia kehilangan peran ekonomi apabila tidak mampu beradaptasi.

“Di masa depan yang terpenting diajarkan itu bukan informasi dan keahlian teknis, tapi fleksibilitas mental dan keseimbangan emosional,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya karakter, kedalaman spiritual, serta kemampuan mengendalikan teknologi agar manusia tidak justru dikendalikan oleh teknologi.

Dia lalu berpesan agar para alumni tidak melupakan almamater dan terus berkontribusi dalam memajukan kampus.

Ia kemudian membacakan penggalan puisi karya penyair Uruguay Eduardo Galeano tentang cita-cita yang terus menjauh setiap kali dikejar. Menurutnya, cita-cita tetap penting karena mendorong manusia untuk terus melangkah dan berkembang.

“Cita-cita ada agar kita terus melangkah,” ujarnya mengutip puisi tersebut.

INSIMA Kukuhkan 104 Sarjana

Pada wisuda Angkatan XIV Tahun Akademik 2026/2027, INSIMA Majenang mengukuhkan 104 sarjana dari tiga program studi. Sebanyak 62 lulusan berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, terdiri atas 20 laki-laki dan 42 perempuan. Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini meluluskan 20 perempuan, sedangkan Program Studi Ekonomi Syariah meluluskan 22 sarjana, terdiri atas enam laki-laki dan 16 perempuan.

Sepanjang 2026, ada beberapa capaian mahasiswa dan dosen yang membawa nama harum almamater. Seperti enam gelar kejuaraan dalam Islamic and International Education Festival 2026 dan penghargaan pada National Excellence Student Summit 2026 di Universitas Indonesia. Lalu ada partisipasi dosen dalam konferensi internasional di Thailand.

Di bidang kewirausahaan, mahasiswa INSIMA juga mengikuti program Business Management Work Office Experience di Eropa setelah melalui proses kurasi. Selain itu, produk drumset dan gitar elektrik buatan mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah disebut telah menembus pasar ekspor internasional. (*)