JAKARTA – Jumlah peserta Piala Dunia edisi 2030, akan melonjak dua kali lipat dari edisi terakhir di Qatar. Di edisi 2030, akan ada 64 timnas yang akan berlaga dengan format semi kompetisi.
Di Piala Dunia Qatar 2022 lalu, tim peserta ada 32. Lalu pada 2026 di Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada dengan jumlah peserta mencapai 46 timnas.
Geger tentang penambahan peserta di Piala Dunia edisi 2030, berasal dari gagasan delegasi terpilih asal Uruguay, Ignacio Alonso. Dia mengusulkan ini saat rapat dewan di FIFA.
Pengamat sepak bola, Ronny Pangemanan menyebut usulan ini sebagai sebuah ide luar. Ini karena membuka peluang negara-negara yang belum pernah lolos, untuk bisa berlaga di Piala Dunia.
“Saya akan bicara soal, ide yang saya pikir ini fantastis kalau ini sampai terjadi. Ini luar biasa, ide ini diusulkan delegasi, presiden pssi-nya uruguay, Ignacio Alonso dalam rapat Dewan (FIFA),” terangnya di kanal youtube pribadinya.
Dia menjelaskan, alasan usulan ini untuk menyambut 100 tahun berdirinya FIFA. Selain itu juga untuk merayakan gelaran Piala Dunia yang sudah sangat berkembang luas.
“Bagaiaman kalau Piala Dunia 2030, ada 64 tim dari seluruh benua tentunya. Dari Asia, Afrika, Amerika dan Eropa,” katanya.
Dengan penambahan jumlah peserta, maka kuota tiap benua sangat mungkin bertambah. Termasuk kuoto lolos otomatis bagi tim dari Asia. Ini membuka kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk bertanding di Piala Dunia Edisi 2030.
“Nah dengan 64 tim ini memungkinkan Indonesia bisa masuk. Sekarang dengan 46 saja, kita masih punya peluang. Dengan materi pemain diaspora yang bermain di Eropa dan Amerika, sekarang banyak di lihat negara lain,” terangnya.
Saat ini, Timnas Indonesia tengah berjuang untuk lolos dari ronde 3 kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Jika Indonesia bisa menang lawan Australia, atau minimal seri, peluang makin terbuka. Karena lawan berikutnya adalah Bahrain dan China yang merupakan laga kandang. Sisanya adalah laga tandang melawan Jepang. (*)






