Sport  

Erick Thohir Dukung Keputusan Kluivert dengan Coret Pemain Timnas

ilustrasi

JAKARTA – Sikap Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sangat dingin dan cuek atas keputusan Patrick Kluivert yang coret sejumlah pemain langganan Timnas. Termasuk mencoret Elkan Baggot, Witan Sulaeman dan Asnawi Mangkualam.

Dua nama terakhir, sebelumnya tidak pernah tergantikan dan selalu mengisi starting eleven timnas Indonesia. Witan bahkan masih masuk line up saat Indonesia mengalahkan Arab Saudi di GBK pada laga Kualifikasi Piala Dunia ronde ke 3.

Patrick Kluivert akhirnya coret pemain langganan timnas dengan mesingkirkan Elkan Baggot, Witan Sulaeman dan lainnya. Dia sudah memilih dari 27 pemain yang akan bertanding melawan Australia dan Bahrain.

Namun begitu, Erick Thohir tetap cuek dengan keputusan Patrick Kluivert yang coret sejumlah pemain timnas. Dia bahkan mengaku senang dan puas atas pemilihan para pemain dari tim pelatih.

“Saya senang dengan daftar provisional pemain pilihan coach Patrick Kluivert yang merupakan list pertamanya sebagai pelatih Timnas. Pastinya, ini hasil diskusi dengan kedua pelatih lainnya, Alex Pastoor dan Danny Lanzaat,” katanya dilansir dari situs pssi.org.

“Saya nilai, komposisinya merata dan merupakan pemain-pemain terbaik di semua sektor, termasuk juga rencana penambahan tiga pemain terbaru naturalisasi. Kita doa kan bersama tim ini bisa memaksimalkan raihan poin di dua laga terdekat Timnas,” tegasnya.

PSSI lalu memanggil beberapa nama debutan di timnas. Seperti Septian Bagaskara. Pemain Dewa United ini tengah moncer bersama timnya di Liga 1. Juga ada Ole Romeny, Hokky Caraka, Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, Hokky Caraka dan Ramadhan Sananta untuk mengisi lini depan.

Mayoritas pemain pilihan Patrick Kluivert bermain di luar negeri terutama Eropa. Sisanya ada di Australia dan Amerika Serikat, Asia Tenggara, Jepang dan Liga 1 Indonesia.

Pemain yang merumput di Liga 1 seperti Ernando Ari, Riski Ridho, Egi Maulana Vikri, Septian Bagaskara, Riky Kambuaya, Hokky Caraka dan Ramadan Sananta serta Muhammad Ferari. (*)