News  

Dokumen Hasto Kembali ke PDIP, Connie : Untuk Apa Saya Pegang

Tangkapan layar video di akun instagram @connierahakundinibakrie. Pengamat militer, Connie Rahakundini menyerahkan kembali dokumen Hasto ke PDIP. (doc/instagram)

JAKARTA – Dokumen Hasto Krisdiyanto yang dia titipkan ke Connie Rahakundini, kini kembali ke PDIP. Connie menyerahkan seluruh dokumen tersebut kepada Wakil Sekjen PDIP Yoseph Aryo Adhi Dharmo. Penyerahan ini menandakan akhir perjalanan dokumen milik Hasto di Rusia.

Connie sejak awal mengaku dititipi dokumen dari Sekjen PDIP, Hasto Krisdiyanto. Dokumen tersebut tersimpan di Rusia dan ada legalisasi dari notaris.

Hingga akhirnya, Connie serahkan kembali seluruh dokumen titipan Hasto, ke PDIP. Pengembalian dokumen dalam bentuk hard file (kertas) dan ditigal yang tersimpan dalam flashdisc. Dokumen digital ini berbentuk sejumlah video.

Connie menjelaskan, dokumen Hasto yang dia kembalikan ke PDIP terbagi dalam 2 berkas. Pertama ada 32 file dan ada pengesahan dari notaris Rusia. Lalu ada dokumen tambahan hingga totalnya ada 37 file.

“Jadi begini saya terangkan, notaris pertama tentang 32 dokumen dicap oleh notaris, notaris Rusia. Yang ini dokumen tambahan. Jadi total dokumen pada saya ada 37,” kata Connie.

“Yang paling mengerikan untuk saya nomor 16, hubungannya dengan Kapolri. Dan nomor 7, bagaimana PDIP mau dibubarkan dan dihancurkan,” katanya lagi.

Menurutnya, selama dokumen Hasto ini ada di Rusia hingga kembali ke PDIP, dia tidak pernah membuka, menyebarkan ataupun membuat salinannya. Ini sesuai dengan perjanjian antara dia dengan Hasto Krisdiyanto.

“Ada perjanjian antara saya dengan mas Hasto,” katanya.

Dia mengaku sudah tidak ada alasan untuk tetap menyimpan dokumen Hasto tersebut dan memutuskan untuk menyerahkan kembali ke PDIP.

Pertama karena sudah tidak bisa berkomunikasi dengan Hasto usai mendekam di tahanan KPK. Lalu, adanya perintah Ketua Umum PDIP, Megawati agar dia tidak berbicara apapun terkait dokumen tersebut.

“Ibu bilang sama saya, tidak boleh bicara sama sekali. Jadi untuk apa saya pegang dokumen,” katanya.

Alasan terakhir karena dia sudah terikat kontrak sampai 2028 dengan Universitas St Petersburg di Rusia. Hingga dia harus menetap di sana untuk menjalani kontrak.

“Saya akhirnya harus menetap di Rusia,” tegasnya. (*)