Covid19 Masih Ada di Indonesia? Ini Kata Menkes

ilustrasi

JAKARTA – Covid19, virus yang menyebar ke berbagai negara hingga menciptakan pandemi, ternyata masih ada hingga sekarang. Selain itu, negara di ASEAN juga kembali mencuat meski kasusnya tidak sedahsyat saat pertama kali muncul pada 2019 lalu.

Virus corona menjadi topik terhangat sejak dua pekan terakhir Januari 2020. Virus ini mendadak menjadi teror mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah merenggut nyawa ratusan orang hanya dalam waktu dua pekan.

Satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah virus ini terus mencari mangsa, sementara obatnya hingga saat ini belum ditemukan. Virus corona jenis baru mulai menjadi perhatian masyarakat dunia setelah pada 20 Januari 2020 lalu. Otoritas kesehatan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, mengatakan tiga orang tewas di Wuhan setelah menderita pneumonia.

Kasus Covid19, ternyata masih ada dan kembali mencuat pada 2025. Ada peningkatan penyebaran di sejumlah negara di ASEAN. Seperti di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Hongkong. Meski begitu, tingkat penyebarannya sangat rendah. Demikian juga dengan jumlah kasus kematian akibat Covid19.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Covid19 masih ada hingga sekarang. Namun masyarakat tidak perlu panik meski ada peningkatan kasus di beberapa negara.

“Tapi ini adalah varian-varian yang relatif tidak mematikan. Jadi enggak usah terlalu dikhawatirkan dan masyarakat enggak perlu panik,” ucap Menkes ujarnya usai menghadap Presiden, Selasa (3/6/2025).

Varian virus Corona, sejak 2022 menunjukkan perbedaan. Salah satunya adalah gejala yang terjadi pada penderita karena lebih mirip flu biasa. Beda dengan varian Corona seperti Delta. Varian ini yang punya daya sebar sangat cepat dengan tingkat kematian tinggi.

Sampai Mei 2025, kasus Covid19 masih tetap ada di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat, prosentase positif Covid19 pada bulan tersebut mencapai 0,59 %. (*)