JAKARTA – Di era digital, banyak orang memilih mengunggah sindiran di media sosial daripada menyelesaikan masalah rumah tangga secara langsung. Beberapa suami atau istri yang kecewa menulis status seperti “Ada pasangan tapi serasa sendiri” atau “Jangan pura-pura sibuk padahal lupa.” Tindakan Sindir Pasangan seperti ini melukai hati, menurunkan kehormatan rumah tangga, dan melanggar ajaran Islam yang mengajarkan adab serta komunikasi yang baik.
Al-Qur’an menegaskan larangan terhadap perilaku yang merendahkan orang lain, termasuk Sindir Pasangan. Surah Al-Hujurat ayat 11 melarang mengolok-olok, mencela, dan memanggil dengan julukan buruk. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa meremehkan orang lain, apalagi pasangan, termasuk perbuatan haram. Karena itu, setiap muslim wajib menjaga lisan dan tulisan agar tidak menjatuhkan pasangan di ruang publik.
Jika terhadap orang lain saja kita harus menjaga ucapan, maka kepada pasangan kita harus lebih berhati-hati. Rasulullah SAW memperingatkan keras orang yang membuka rahasia rumah tangga. Hadis riwayat Muslim menyebut bahwa orang yang menyebarkan rahasia setelah berhubungan melakukan dosa besar. Perilaku Sindir Pasangan yang membocorkan rahasia atau kelemahan pasangan di media sosial termasuk bentuk khianat yang dilarang.
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa orang yang menyebarkan rahasia istrinya melakukan perbuatan haram dan khianat terburuk. Imam al-Ghazali menasihati suami agar menghindari ucapan atau sindiran yang menyakiti istri. Sindir Pasangan di depan umum melukai hati lebih dalam dibanding ucapan langsung karena rasa sakitnya tersembunyi namun membekas lama.
Menjaga rahasia serta menutupi kekurangan
Imam Abdul Wahab as-Sya’rani menekankan bahwa suami-istri harus saling menutup aib agar rumah tangga harmonis. Sebaliknya, orang yang membuka aib melalui Sindir Pasangan di media sosial menimbulkan keretakan dan kebencian. Menjaga rahasia serta menutupi kekurangan pasangan mencerminkan kasih sayang dan kedewasaan beragama.
Imam Ibnu Hajar al-Haitami menggolongkan sindiran yang menjatuhkan orang lain sebagai ghibah berat. Sindir Pasangan di status, story, atau komentar yang menyudutkan membuat pembaca mudah mengetahui siapa yang dimaksud, sehingga menambah dosa. Islam mengajarkan untuk menyelesaikan konflik rumah tangga melalui musyawarah, komunikasi yang baik, atau bantuan pihak ketiga yang bijak.
Orang yang membuka aib rumah tangga lewat Sindir Pasangan di media sosial melakukan kekerasan verbal terselubung. Perbuatan ini merusak kehormatan keluarga, bertentangan dengan akhlak Islam, dan menghilangkan keberkahan rumah tangga. Rumah tangga sakinah tercipta dari komunikasi jujur, saling menghormati, dan upaya mencari solusi bersama, bukan dari status yang menyindir. (*)






