Ternyata, Makan Buah Naga Lebih Bagus Tidak dalam Bentuk Jus. Ini Kata Menteri Budi

ilustrasi

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan cara makan buah naga agar kandungan gizinya tidak berkurang. Ia menekankan, akan lebih baik makan buah naga dalam bentuk potongan, bukan berbentuk jus.

“Kalau kita bicara soal kesehatan pencernaan, maka yang paling baik adalah makan buah naga dalam bentuk potong, bukan dalam bentuk jus,” kata Budi melalui unggahan di akun Instagram resminya.

Menurutnya, proses membuat jus cenderung mengurangi kandungan serat yang sangat dibutuhkan tubuh. Padahal, serat berperan penting dalam melancarkan pencernaan dan menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

“Jus buah memang lebih cepat memberikan energi, namun seratnya banyak yang hilang. Jadi kita harus menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita masing-masing,” tambahnya.

Selain serat, buah naga mengandung berbagai zat penting, di antaranya zat besi, magnesium, vitamin C, serta antioksidan yang berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas.

Mengutip Healthline, dalam 100 gram buah naga terdapat kalori sebanyak 57 dan kandungan karbohidrat sebanyak 15 gram. Lalu ada kandungan serat sebanyak 3 gram, lemak (0,4 gram), protein (0,36) serta ada kandungan vitamin C, zat besi serta magnesium.

Buah naga juga kaya antioksidan betalain, hidroksisinamat, dan flavonoid yang berkhasiat menurunkan kolesterol, menangkal radikal bebas, serta menjaga kesehatan jantung dan otak.

Menkes menegaskan bahwa pola makan sehat tidak hanya bergantung pada jenis makanan, tetapi juga cara mengonsumsinya. Ia mengajak masyarakat bijak memilih metode terbaik untuk memperoleh manfaat gizi maksimal.

“Mari kita bijak memilih cara terbaik untuk menikmati makanan sehat. Kalau ingin manfaat seratnya maksimal, lebih baik makan buah naga secara langsung,” pungkasnya. (*)