JAKARTA – Konsumen non-vegetarian banyak menggemari daging Sapi dan kambing sebagai santapan utama. Kedua jenis daging merah ini memiliki perbedaan kandungan nutrisi yang penting agar masyarakat bisa memahami dan menjaga kesehatan.
Ahli gizi menyatakan Daging Sapi memiliki perbedaan pada kalori, lemak, dan zat besi. daging kambing memiliki kalori, lemak total, dan lemak jenuh lebih rendah dibanding daging sapi, sementara daging sapi menawarkan kadar zat besi lebih tinggi.
Pengunjung dapur rumah tangga atau restoran bisa merasakan perbedaan rasa dan tekstur antara daging sapi dan kambing. daging sapi memiliki tekstur lembut dan rasa yang lebih umum, sedangkan kambing memiliki rasa kuat dan tekstur sedikit lebih keras.
Ahli nutrisi membandingkan kandungan per 100 gram daging sapi dan kambing. Daging sapi menyediakan 217 kalori, 26 gram protein, 12 gram lemak, dan 2 mg zat besi. Daging kambing menyediakan 143 kalori, 27 gram protein, 3 gram lemak, dan 3 mg zat besi.
Dokter gizi menekankan Daging Sapi tetap harus dikonsumsi secara wajar. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker. WHO merekomendasikan tidak lebih dari 70 gram per hari.
Koki dan ahli kuliner menyarankan metode memasak sehat untuk Daging Sapi, misalnya dengan merebus, mengukus, atau memanggangnya. Memasak dengan suhu tinggi, seperti menggoreng atau memanggang berlebihan, dapat menghasilkan senyawa berbahaya yang meningkatkan risiko kanker.
Ahli kesehatan juga memberikan tips mengonsumsi Daging Sapi secara sehat: pilih potongan tanpa lemak, buang lemak terlihat sebelum memasak, batasi porsi, kombinasikan dengan sayur dan buah, serta pilih daging grass-fed untuk kandungan lemak lebih sehat.
Dengan memperhatikan jumlah, metode memasak, dan jenis daging, masyarakat bisa menikmati daging sapi dan kambing tanpa mengorbankan kesehatan, sekaligus memperoleh nutrisi penting seperti protein, zat besi, vitamin B12, dan zinc. (*)






