JAKARTA – AFC seharusnya sudah mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk pindah venue ronde 4 akibat perang. Karena saat ini, kondisi di Timur Tengah sangat tidak menentu. Apalagi setelah Amerika Serikat menyerang 3 pusat instalasi nuklir di Iran.
AFC sebelumnya sudah menentukan Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. Kedua negara tersebut sudah memilih stadion yang akan menggelar seluruh laga di ronde 4.
Jurnalis dan pengamat sepak bola, Haris Pardede mengaku sangat yakin AFC sudah memikirkan berbagai hal. Termasuk mempersiapkan jika ada hal buruk terjadi.
“Kaya kita bawa truk atau mobil, pasti ada ban serep,” katanya di kanal youtube Bung Harpa.
Menurutnya, dengan meningkatnya ekskalasi konflik di Timur Tengah, keadaan menjadi kian tidak menentu. Sementara gelaran Ronde 4 tinggal menyisakan waktu 1,5 bulan dan keadaan semakin tidak menentu.
“Setelah Amerika Serikat ikut nimbrung, situasi kian tidak menentu. Ini bisa berimplikasi pada status Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah ronde 4,” katanya.
“Terutama Qatar. Karena Qatar ga jauh dari Teheran (Iran),” katanya.
Dia menambahkan, kemungkinan venue ronde 4 pindah tetap ada karena perang di Timur Tengah. Dan jika ini terjadi, maka memberi keuntungan bagi 4 kontestan lain. Karena Arab Saudi atau Qatar, kehilangan keuntungan sebagai tuan rumah.
“Kita akan diuntungkankan karena Arab Saudi dan Qatar kehilangan advantage sebagai tuan rumah,” katanya.
Dan jika venue ronde 4 harus pindah, dia memandang Jepang ataupun Korea Selatan bisa menjadi tuan rumah yang netral. Pertimbangannya adalah tempat latihan, stadion, fasilitas pendukung serta sisi keamanan sudah terbukti.
“Saya lihat sendiri gimana Jepang punya fasilitas, stadion dan keamanan yang semuanya memadai,” katanya.
Sampai saat ini, AFC belum membuat keputusan tentang terkait ronde 4 meski kondisi Timur Tengah sedang terjadi konflik. Termasuk merubah keputusan tentang venue ronde 4, apakah pindah ataukah tetap. (*)






