Ambil Barang Curian di Pertamina Lalu Tertangkap Satpam

Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo SIK saat beberkan kasus pencurian Katalis di Pertamina Cilacap. 1 pelaku berhasil diamankan dan 2 orang buron. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Aksi SG (27) warga Kelurahan Tegalreja Cilacap saat ambil barang curian akhirnya tertangkap Satpam Pertamina. Dia tertangkap basah tengah membawa 1 karung berisi Katalis Dialasi Kain Majun yang tersembunyi di atas kap mesin.

Keberhasilan Satpam Pertamina menangkap pelaku yang berusaha ambil barang curian, terjadi pada 23 Juni 2022. 3 petugas yang menjaga Gate atau Pintu 3 Pertamina inilah yang menggagalkan aksi pelaku.

3 petugas ini masuk shif jaga pagi dan menerima pemberitahuan kalau ada barang milik Pertamina yang hilang. Mereka menerima perintah untuk memperketat penjagaan.

Dan sekitar pukul 10.50 WIB, nampak sebuah mobil yang mencurigakan karena kap mesin agak terbuka. Mereka lalu menghentikan mobil dengan plat nomor R 8697 CT yang tengah dikendarai pelaku. Petugas langsung memeriksa dan mendapati ada 1 karung berisi barang curian tersebut.

Mendapati barang ini, Satpam lalu meminta pengemudi untuk turun dan menginterogasinya. Pengemudi lalu mengakui ambil barang curian ini atas suruhan 2 pelaku. Kedua pelaku ini sebelumnya sudah menyembunyikan hasil kejahatan di bawah jembatan di areal Pertamina Cilacap.

Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo SIK mengatakan, penyidik segera ke Pertamina usai Satpam Pertamina berhasil amankan pelaku.

Kepada penyidik pelaku mengakui sudah ambil barang curian itu di Area Kilang Pertamina RU IV Cilacap sebanyak 2 kali.

“Pengakuannya sudah 2 kali ambil,” katanya.

Petugas saat ini masih memburu 2 pelaku yang mencuri Katalis di komplek Pertamina Cilacap. Masing-masing berinisial AK dan S. Pengejaran ini untuk membongkar kasus tersebut setelah SG memberikan keterangan kepada petugas.

“Identitas mereka sudah kita ketahui dan sekarang dalam pengejaran,” tegasnya.

Atas perbuatannya, SG terancam hukuman badan karena membantu melakukan pencurian dan pemberatan, sesuai dengan Pasal 363 KUHP. (*)