Karyawan Jual Dagangan Toko

5 orang karyawan yang menggelapkan dan menjual barang dagangan milik toko tempat mereka bekerja. Mereka membuat pemilik rugi Rp 500 juta. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – 5 orang karyawan toko Adi Jaya di Kecamatan Wanareja, Cilacap jual sejumlah barang dagangan di tempat kerja mereka. Mereka menjual barang kiriman saat dalam perjalanan menuju toko cabang. Kelima karyawan ini berhasil gasak barang dan membuat pemilik rugi Rp 500 juta.

Aksi jual barang dagangan milik toko tempat mereka bekerja, pertama kali terendus oleh karyawan yang bertugas mengecek stok barang. Dia melihat, menemukan selisih yang sangat besar antara data pembelian atau barang masuk dengan data. Selisih ini sangat tidak wajar dan mencurigakan hingga dia melapor ke pemilik toko.

Mendapati laporan ini, pemilik toko langsung melihat kartu stok dan mengecek gudang. Pemilik lalu mendapati ketidak wajar antara jumlah stok barang masuk dan terjual. Dia makin terkejut karena selisih ini sudah muncul sejak 2021 sampai dengan 31 Mei 2022. Dia pun segera melapor ke Polsek Wanareja.

Mendapati laporan ini, penyidik segera menggelar penelusuran dengan meminta keterangan dari para saksi. Petugas juga mengecek rekaman CCTV di toko tersebut. Penyidik pada akhirnya menemukan informasi kalau ada karyawan yang berani jual barang toko di pada saat ada pengiriman ke toko cabang.

Penyelidikan lalu mengerucut pada sejumlah karyawan. Hingga pada 07 Juni 2022, petugas berhasil amankan seluruh tersangka lengkap dengan sejumlah barang bukti.

Di hadapan petugas para tersangka tidak bisa mengelak dan mengakui seluruh aksi tersebut. Petugas lalu mendapati keterangan para tersangka kalau mereka sudah melakukan aksi ini sejak Juni 2021.

Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo SIK mengatakan kalau para tersangka membagi rata “hasil usaha” jual barang dagangan dari toko itu.

“Mereka saling bekerja sama untuk mengeluarkan barang dari gudang lalu menjual barang tersebut. Hasilnya mereka bagi rata,” kata Wakapolres.

Dia merinci para tersangka masing-masing berinisial S, ASP, T, DW dan DT. Mereka terancam hukuman 5 tahun penjara karena melanggar Pasal 374 KUHP. (*)