Anggota DPR RI Minta Pemkab Undang Badan Geologi

  • Bagikan
Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak bencana alam. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Anggota DPR RI, Teti Rohatiningsih minta agar Pemkab Cilacap mengundang Badan Geologi. Kedatangan tim ahli dari Kementerian ESDM ini guna memastikan kondisi lokasi longsor dan memberikan rekomendasi.

Lokasi longsor dan tanah bergerak di Kabupaten Cilacap ada di 2 lokasi yakni Desa Limbangan Kecamatan Wanareja dan Desa Dayeuhluhur Kecamatan Dayeuhluhur.

“Kita mau Badan Geologi Bandung ke sini dulu. Biar nanti pas relokasi, tempat tidak bahaya lagi. Tapi kita harus nunggu hasil dari Badan Geologi,” ujar Teti saat menemui warga Desa Limbangan.

Menurutnya, hasil rekomendasi dari Badan Geologi ini nantinya akan menjadi pertimbangan para pengambil kebijakan di Kabupaten Cilacap. Termasuk mengambil langkah cepat sesuai dengan rekomendasi.

Anggota DPR RI Fraksi Golkar ini menambahkan, ancaman banjir dan tanah longsor sangat besar di Kabupaten Cilacap. Tiap tahun selalu ada kejadian seperti ini dan sering merusak rumah warga atau fasilitas umum lainnya.

Hingga berbagai antisipasi sudah dilakukan. Seperti menyiapkan fasilitas dan peralatan kebencaan serta menjalin kerja sama dengan BMKG yang memberikan data dan potensi bencana. Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Cilacap dapat melalukan langkah antisipasi jika ada potensi bencana.

“Antisipasi itu pasti. Termasuk kerja sama dengan BMKG,” kata dia.

Menurutnya, pemerintah sudah sewajarnya menyediakan alokasi anggaran untuk penanganan bencana. Dana ini hanya bisa untuk penanganan bencana di Kabupaten Cilacap.

“Dana tanggap darurat kebencanaan pasti ada,” tegasnya.

Saat di Desa Limbangan Kecamatan Wanareja pada Jumat (5/11/2021), Teti Rohatingsih menyalurkan sembako bagi seluruh korban bencana alam. Bantuan ini sebagai wujud perhatiannya atas kesulitan warga pasca bencana.

Banjir dan tanah longsor di Kabupaten Cilacap mulai terjadi sejak akhir Oktober 2021. Pertama, banjir akibat limpasan Sungai Cigeugeumeuh di Desa Limbangan. Kedua, bukit longsor dan menutup Sungai Ciherang dan menimbulkan ancaman banjir bandang.

Ketiga, 3 November 2021, tanah bergerak membuat 5 rumah warga Desa Dayeuhluhur Kecamatan Dayeuhluhur rusak berat. Selain itu, 8 rumah rusak sedang dan 4 rusak ringan. (*)

  • Bagikan