JAKARTA – PSSI menegaskan belum akan menunjuk pelatih timnas senior Indonesia dalam waktu dekat. Penunjukan pelatih masih harus menunggu rapat Exco setelah ada laporan dari terkait nama dari Direktur Teknik PSSI.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga menyatakan, proses penentuan pelatih baru terlihat pada Maret 2026. Atau bertepatan dengan jadwal FIFA Matchday berikutnya.
“Masih belum ada informasi, karena sampai hari ini kami belum tahu siapa saja calon-calon pelatih itu,” ujar Arya.
Arya menjelaskan, kebutuhan pelatih timnas senior belum mendesak karena agenda FIFA Matchday saat ini untuk memberika kesempatan bagi tim U22. Timnas U22 saat ini tengah fokus mempersiapkan diri menuju SEA Games.
“Sekarang FIFA Matchday dipakai oleh tim U-22 untuk SEA Games, jadi kebutuhan pelatih timnas senior baru muncul di Maret nanti. Kita cari dulu,” kata Arya.
Ia menambahkan, PSSI ingin menjalankan proses seleksi pelatih dengan cermat dan tidak terburu-buru. Selain aspek teknis, federasi juga mempertimbangkan citra dan reputasi Indonesia di luar negeri. Ini setelah beberapa mantan pelatih timnas mendapat sorotan negatif.
“Seperti yang disampaikan Pak Ketum, ada masalah citra kita di luar karena banyak yang membully mantan-mantan pelatih. Jadi kita tunggu dulu,” jelas Arya.
Arya menegaskan, keputusan tentang pelatih timnas senior Indonesia harus dalam suasana tenang. Tujuannya agar hasilnya objektif dan tepat bagi tim nasional.
“Kalau mau memilih sesuatu jangan saat bahagia, marah, atau sedih. Jadi memilihnya saat tenang supaya hasilnya tepat,” tutur Arya.
Posisi pelatih timnas Indonesia masih lowong setelah PSSI memecat Patrick Kluivert. Pemecatan pelatih asal Belanda ini terjadi usai timnas gagal lolos Round 4 kualifikasi Piala Dunia. Timnas menelan 2 kekalahan dari Arab Saudi dan Irak. (*)






